Di tengah kesibukan bekerja, mengurus keluarga, hingga padatnya aktivitas sehari-hari, tidak sedikit orang yang menunda pemeriksaan kesehatan. Alasannya beragam, mulai dari tidak sempat datang ke laboratorium, antrean yang panjang, hingga merasa belum memiliki keluhan.
Padahal, banyak penyakit kronis dan infeksi, seperti kanker serviks, infeksi menular seksual (IMS), gangguan fungsi ginjal, hingga infeksi saluran kemih (ISK), dapat berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala pada tahap awal. Saat keluhan mulai muncul, kondisi penyakit sering kali sudah memasuki stadium yang lebih lanjut
Kabar baiknya, kini skrining kesehatan tidak lagi harus dilakukan dengan datang langsung ke laboratorium. Melalui Home Kit Diagnos, pemeriksaan awal dapat dilakukan dari rumah dengan cara yang praktis, nyaman, dan tetap mengutamakan kualitas hasil pemeriksaan.
Mengapa Skrining Kesehatan Penting?
Skrining kesehatan merupakan pemeriksaan yang dilakukan pada seseorang yang belum memiliki gejala penyakit, dengan tujuan mendeteksi gangguan kesehatan sejak dini.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa deteksi dini memungkinkan penanganan dilakukan lebih cepat sehingga dapat mencegah komplikasi, meningkatkan keberhasilan terapi, dan membantu menjaga kualitas hidup.
Pemeriksaan berkala juga membantu memantau kondisi kesehatan pada individu yang memiliki faktor risiko, seperti:
- Riwayat diabetes dalam keluarga
- Hipertensi
- Obesitas
- Kolesterol tinggi
- Perokok aktif
- Usia di atas 40 tahun
- Gaya hidup sedentari (kurang aktivitas fisik)
Berbagai Pemeriksaan yang Kini Bisa Dilakukan dari Rumah
1. CerviGene: Skrining HPV Penyebab Kanker Serviks
Kanker serviks merupakan kanker dengan jumlah kasus tertinggi kedua pada perempuan di Indonesia. Data GLOBOCAN 2020 menunjukkan terdapat sekitar 36.633 kasus baru kanker serviks atau sekitar 17,2% dari seluruh kasus kanker pada perempuan, dengan angka kematian yang masih cukup tinggi.
Sebagian besar kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV) risiko tinggi, yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan gejala.
Melalui CerviGene, skrining dilakukan dengan pemeriksaan HPV DNA menggunakan sampel urin, sehingga prosesnya lebih nyaman dan tidak memerlukan tindakan invasif. Berbeda dengan metode IVA atau Pap Smear yang memerlukan pemeriksaan langsung pada serviks, pemeriksaan HPV DNA mampu mendeteksi keberadaan virus penyebab kanker serviks bahkan sebelum muncul perubahan sel prakanker. Hal ini menjadikan skrining lebih dini dan berpotensi meningkatkan peluang keberhasilan pencegahan.
2. IntimaGene: Skrining Infeksi Menular Seksual (IMS)
Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan infeksi yang dapat disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, maupun parasit. Banyak kasus IMS tidak menunjukkan gejala pada fase awal sehingga seseorang dapat menularkan infeksi tanpa menyadarinya.
Melalui IntimaGene-6 dan IntimaGene-12, pemeriksaan dilakukan menggunakan teknologi RT-PCR dengan pengambilan sampel urin secara mandiri, sehingga lebih praktis, nyaman, dan menjaga privasi pasien.
Pemeriksaan ini mampu mendeteksi berbagai penyebab IMS, seperti :
- Chlamydia trachomatis
- Neisseria gonorrhoeae (gonore)
- Treponema pallidum (sifilis)
- Trichomonas vaginalis
- Herpes simplex virus
- Human Papillomavirus (HPV)
- HIV
Deteksi dini memungkinkan pengobatan dilakukan lebih cepat sekaligus membantu mencegah penyebaran infeksi kepada pasangan.
3. UBT Check: Deteksi Infeksi Helicobacter pylori
Keluhan seperti nyeri ulu hati, kembung, mual, atau rasa tidak nyaman pada lambung sering kali dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa. Padahal, pada sebagian orang, keluhan tersebut dapat disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori.
WHO mengklasifikasikan H. pylori sebagai karsinogen Grup 1, yaitu bakteri yang terbukti meningkatkan risiko terjadinya kanker lambung. Selain itu, bakteri ini juga merupakan penyebab utama gastritis kronis, tukak lambung, tukak duodenum, hingga limfoma MALT.
Diperkirakan lebih dari 50% populasi dunia pernah terkolonisasi oleh bakteri ini, dengan prevalensi global sekitar 43,7% pada orang dewasa. Di Indonesia, angka prevalensinya bervariasi antarwilayah, dengan beberapa daerah menunjukkan angka yang cukup tinggi.
Melalui UBT Check, deteksi infeksi dilakukan menggunakan Urea Breath Test (tes napas) yang bersifat non-invasif, nyaman, dan memiliki akurasi tinggi. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi adanya infeksi aktif H. pylori, sehingga pasien dapat memperoleh penanganan lebih awal sebelum berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.
Apa Itu Home Kit Diagnos?
Home Kit Diagnos adalah layanan pemeriksaan laboratorium yang memungkinkan proses pengambilan sampel dilakukan secara mandiri di rumah menggunakan alat yang telah disiapkan sesuai standar.
Setelah sampel dikumpulkan sesuai petunjuk, pengguna dapat mengirimkannya kembali untuk dianalisis di laboratorium. Hasil pemeriksaan kemudian diproses oleh tenaga profesional dan disampaikan secara aman kepada pasien.
Konsep ini memberikan kemudahan bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi, tinggal jauh dari fasilitas kesehatan, atau ingin melakukan pemeriksaan dengan lebih nyaman tanpa harus datang ke laboratorium.
Siapa yang Cocok Menggunakan Home Kit?
Layanan ini dapat menjadi pilihan bagi:
- Pekerja dengan jadwal yang padat.
- Lansia yang memiliki keterbatasan mobilitas.
- Orang tua yang sulit meninggalkan anak di rumah.
- Individu yang tinggal jauh dari laboratorium.
- Seseorang yang ingin melakukan skrining kesehatan secara rutin dengan lebih praktis.
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua jenis pemeriksaan laboratorium dapat dilakukan menggunakan home kit. Beberapa pemeriksaan tetap memerlukan pengambilan darah vena atau prosedur khusus oleh tenaga kesehatan.
Apakah Hasilnya Tetap Akurat?
Keakuratan hasil pemeriksaan tidak hanya ditentukan oleh alat yang digunakan, tetapi juga oleh kualitas proses pengambilan sampel, penyimpanan, transportasi, serta analisis di laboratorium.
Apabila prosedur pengambilan sampel dilakukan sesuai petunjuk dan pemeriksaan dianalisis di laboratorium yang memenuhi standar mutu, hasil pemeriksaan dapat memberikan informasi yang valid untuk membantu proses skrining maupun pemantauan kesehatan.
Oleh karena itu, sangat penting memilih penyedia layanan laboratorium yang memiliki sistem kontrol mutu dan prosedur pemeriksaan yang terstandarisasi.
Home Kit Bukan Pengganti Konsultasi Dokter
Meskipun memberikan kemudahan, hasil pemeriksaan laboratorium tetap perlu diinterpretasikan sesuai kondisi klinis masing-masing individu.
Nilai laboratorium yang berada di luar rentang normal belum tentu menunjukkan adanya penyakit tertentu, begitu pula hasil yang normal tidak selalu menyingkirkan seluruh kemungkinan diagnosis. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter tetap diperlukan, terutama bila hasil pemeriksaan menunjukkan kelainan atau muncul gejala tertentu.
Kemajuan teknologi kesehatan membuat skrining kini menjadi lebih mudah dijangkau oleh masyarakat, dengan Home Kit Diagnos, pemeriksaan kesehatan dari Laboratorium Diagnos dapat dilakukan tanpa harus mengganggu aktivitas sehari-hari.
Yang terpenting, jangan menunggu hingga muncul keluhan untuk mulai memeriksa kesehatan. Banyak penyakit dapat ditangani lebih baik apabila ditemukan sejak dini.
Home Kit Diagnos hadir sebagai solusi praktis untuk membantu Anda mengenali kondisi kesehatan lebih awal, sehingga langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Karena menjaga kesehatan tidak harus menunggu sakit, dan kini bisa dimulai dari rumah.
Jangan tunggu hingga muncul gejala, Jika Anda ingin melakukan pemeriksaan Home Kit Diagnos dapat menghubungi Call Center Diagnos di 1500-358. Anda juga dapat menghubungi WhatsApp Call Center di 0855-1500-358 untuk informasi dan pendaftaran.
Referensi :
- Sung H, Ferlay J, Siegel RL, et al. Global Cancer Statistics 2020: GLOBOCAN Estimates of Incidence and Mortality Worldwide for 36 Cancers in 185 Countries. CA Cancer J Clin. 2021;71(3):209-249.
- Malfertheiner P, Megraud F, Rokkas T, et al. Management of Helicobacter pylori infection: the Maastricht VI/Florence Consensus Report. Gut. 2022;71:1724–1762.