Deteksi Lupus: Kenapa Perlu ANA Profil Setelah ANA IF? Ini Penjelasannya
Pemeriksaan ANA (Antinuclear Antibody) sering menjadi langkah awal dalam mendeteksi penyakit autoimun, termasuk Lupus Eritematosus Sistemik (LES). Namun, masih banyak yang menganggap bahwa hasil ANA positif berarti seseorang pasti menderita lupus. Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu.
Karena itulah, pada banyak kasus diperlukan pemeriksaan lanjutan berupa ANA Profil setelah didapatkan hasil ANA IF (Immunofluorescence).
ANA Positif Belum Tentu Lupus
Antinuclear Antibody adalah kelompok antibodi yang dapat menyerang komponen inti sel tubuh sendiri. Hasil ANA positif menunjukkan adanya autoantibodi, tetapi tidak secara otomatis menegakkan diagnosis lupus.
ANA positif juga dapat ditemukan pada berbagai kondisi lain, seperti:
- Infeksi Epstein-Barr Virus (EBV)
- Hepatitis C
- Tuberkulosis
- Parvovirus B19
- Penyakit autoimun lain
- Bahkan pada sebagian individu sehat
Oleh karena itu, hasil ANA harus selalu diinterpretasikan bersama gejala klinis dan pemeriksaan penunjang lainnya.
Apa Itu ANA IF?
ANA IF (Indirect Immunofluorescence) merupakan metode skrining yang dianggap sebagai salah satu pemeriksaan standar untuk mendeteksi keberadaan antibodi antinuklear. Pemeriksaan ini memberikan informasi mengenai:
- Apakah ANA positif atau negatif
- Titer ANA
- Pola fluoresensi (pattern)
Pola fluoresensi tertentu dapat memberikan petunjuk terhadap jenis penyakit autoimun yang mungkin mendasarinya, tetapi belum dapat mengidentifikasi antibodi spesifik secara rinci.
Kenapa Perlu Dilanjutkan dengan ANA Profil?
Jika ANA IF menunjukkan hasil positif, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan ANA Profil. ANA Profil bertujuan untuk mengidentifikasi autoantibodi spesifik yang berhubungan dengan berbagai penyakit autoimun. Informasi ini membantu dokter menentukan diagnosis dengan lebih akurat. Beberapa antibodi yang dapat diperiksa dalam ANA Profil antara lain:
- Anti-dsDNA
- Anti-Sm
- Anti-RNP
- Anti-SSA (Ro)
- Anti-SSB (La)
- Anti-Scl-70
- Anti-Centromere
- Anti-Jo-1
Peran ANA Profil pada Lupus
Pada lupus, keberadaan antibodi tertentu dapat memberikan informasi yang lebih spesifik dibandingkan ANA saja. Sebagai contoh:
- Anti-dsDNA
Merupakan salah satu antibodi yang cukup khas pada lupus dan sering dikaitkan dengan aktivitas penyakit, terutama keterlibatan ginjal (lupus nefritis).
- Anti-Sm
Walaupun tidak ditemukan pada semua pasien lupus, antibodi ini memiliki spesifisitas yang tinggi terhadap lupus.
Karena itu, ANA Profil membantu memperkuat atau menyingkirkan dugaan diagnosis yang muncul setelah pemeriksaan ANA IF.
Jadi, Pemeriksaan Mana yang Lebih Penting?
ANA IF dan ANA Profil sama pentingnya karena memiliki peran yang berbeda dan saling melengkapi. ANA IF Berfungsi sebagai pemeriksaan awal (skrining) untuk melihat apakah ada tanda-tanda autoantibodi dalam tubuh yang dapat mengarah ke penyakit autoimun.
Sedangkan ANA Profil dilakukan jika hasil ANA IF positif atau dokter membutuhkan informasi lebih lanjut. Pemeriksaan ini membantu mengetahui jenis autoantibodi yang lebih spesifik, sehingga dapat membantu menentukan penyakit autoimun yang mungkin diderita.
Dengan menggunakan kedua pemeriksaan ini secara tepat, dokter dapat memperoleh informasi yang lebih lengkap untuk membantu menegakkan diagnosis penyakit autoimun, termasuk lupus.
Hasil ANA positif bukan berarti seseorang pasti menderita lupus. ANA IF berperan sebagai pemeriksaan skrining, sedangkan ANA Profil membantu mengidentifikasi autoantibodi spesifik yang mendukung diagnosis penyakit autoimun tertentu.
Karena itu, jika dokter menyarankan pemeriksaan ANA Profil setelah ANA IF positif, langkah tersebut bertujuan untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat sehingga penanganan dapat diberikan secara tepat.
Diagnosis lupus tidak ditentukan oleh satu hasil laboratorium saja, tetapi merupakan kombinasi antara gejala klinis, pemeriksaan fisik, serta berbagai pemeriksaan penunjang yang relevan.
Apabila terdapat kecurigaan terhadap penyakit autoimun berdasarkan gejala klinis maupun hasil pemeriksaan awal, Laboratorium Diagnos menyediakan layanan pemeriksaan ANA IF dan ANA Profil untuk membantu mengidentifikasi jenis autoantibodi yang lebih spesifik dan mendukung penegakan diagnosis secara lebih komprehensif.
Jika Anda ingin melakukan pemeriksaan ANA IF maupun ANA Profil di Laboratorium Diagnos dapet menghubungi Call Center Diagnos di 1500-358. Anda juga dapat menghubungi WhatsApp Call Center di 0855-1500-358 untuk informasi dan pendaftaran.
BACA JUGA : Hari Lupus Sedunia: Kenali Gejala Lupus dan Pentingnya Pemeriksaan
Referensi :
- American College of Rheumatology (ACR).
- Surjawan Y, et al. Clinical Manifestation, Gender, Pattern, and Titer of ANA-IF. 2023.