Pemeriksaan IntimaGene: Deteksi Dini Infeksi Menular Seksual
Banyak infeksi menular seksual (IMS) tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Seseorang dapat tampak sehat, tetapi tetap membawa mikroorganisme penyebab infeksi dan menularkannya kepada pasangan. Kondisi inilah yang membuat deteksi dini melalui pemeriksaan laboratorium menjadi sangat penting, terutama bagi individu yang memiliki faktor risiko.
Mengapa Infeksi Menular Seksual Sering Tidak Disadari?
Menurut World Health Organization (WHO), lebih dari 1 juta infeksi menular seksual terjadi setiap hari di seluruh dunia. Sebagian besar kasus disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, maupun parasit yang pada awalnya tidak menunjukkan gejala.
Apabila tidak terdiagnosis dan tidak diobati, IMS dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi, seperti:
- Penyakit Radang Panggul (Pelvic Inflammatory Disease/PID)
- Infertilitas pada pria maupun wanita
- Kehamilan ektopik
- Nyeri panggul kronis
- Komplikasi selama kehamilan
- Meningkatkan risiko penularan HIV
Karena itu, pemeriksaan laboratorium berbasis Polymerase Chain Reaction(PCR) menjadi salah satu metode yang direkomendasikan untuk membantu mendeteksi penyebab IMS secara lebih dini dan akurat.
Apa Itu IntimaGene?
IntimaGene adalah pemeriksaan molekuler berbasis PCR (Polymerase Chain Reaction) yang digunakan untuk mendeteksi materi genetik (DNA atau RNA) mikroorganisme penyebab infeksi menular seksual melalui sampel urine.
Berbeda dengan pemeriksaan yang hanya mengandalkan gejala atau kultur mikroorganisme, teknologi PCR mampu mendeteksi keberadaan mikroorganisme secara langsung dengan sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi.
Keunggulan pemeriksaan IntimaGene antara lain:
- Menggunakan sampel urine, sehingga lebih nyaman tanpa prosedur swab.
- Sensitivitas dan spesifisitas tinggi dalam mendeteksi mikroorganisme penyebab infeksi.
- Dapat mendeteksi infeksi meskipun jumlah mikroorganisme masih sedikit.
- Membantu dokter menentukan terapi yang lebih tepat sesuai penyebab infeksi.
- Prosedur pemeriksaan cepat, praktis, dan non-invasif.
Apa Perbedaan IntimaGene 6 dan IntimaGene 12?
Keduanya sama-sama menggunakan teknologi PCR, tetapi memiliki cakupan pemeriksaan yang berbeda.
IntimaGene 6
IntimaGene 6 merupakan panel PCR yang dirancang untuk mendeteksi enam mikroorganisme penyebab infeksi menular seksual dan infeksi genital yang paling sering ditemukan.
Panel ini membantu dokter mengidentifikasi penyebab infeksi yang paling sering ditemukan sehingga pengobatan dapat diberikan secara lebih tepat sasaran.
IntimaGene 12
IntimaGene 12 merupakan panel PCR dengan cakupan yang lebih luas karena mampu mendeteksi 12 mikroorganisme penyebab infeksi genital dan infeksi menular seksual.
Dengan cakupan pemeriksaan yang lebih luas, IntimaGene 12 juga dapat membantu mendeteksi infeksi campuran (mixed infection), yaitu kondisi ketika lebih dari satu mikroorganisme menyebabkan infeksi secara bersamaan. Informasi ini membantu dokter dalam menentukan terapi yang lebih tepat dan komprehensif.
Siapa yang Sebaiknya Melakukan Pemeriksaan Intimagene?
Pemeriksaan IntimaGene dapat dipertimbangkan apabila Anda mengalami salah satu kondisi berikut:
- Keputihan yang berbau, berubah warna, atau jumlahnya meningkat.
- Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil.
- Keluar cairan yang tidak normal dari penis.
- Luka, lepuh, atau benjolan pada area genital.
- Nyeri saat berhubungan seksual.
- Nyeri panggul tanpa penyebab yang jelas.
- Memiliki pasangan seksual baru atau lebih dari satu pasangan.
- Berhubungan seksual tanpa menggunakan kondom.
- Pasangan didiagnosis mengalami infeksi menular seksual.
- Sedang merencanakan kehamilan atau program hamil.
- Mengalami infeksi genitalia yang sering kambuh.
Perlu diingat, tidak adanya gejala bukan berarti tidak ada infeksi. Banyak IMS bersifat asimtomatik sehingga pemeriksaan tetap dapat dipertimbangkan pada individu yang memiliki faktor risiko.
Bagaimana Prosedur Pemeriksaannya?
Salah satu keunggulan IntimaGene adalah proses pengambilan sampel yang praktis, nyaman, dan non-invasif, karena hanya menggunakan sampel urine.
Sampel urine kemudian dianalisis menggunakan teknologi PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mendeteksi materi genetik (DNA atau RNA) mikroorganisme penyebab infeksi menular seksual. Metode ini memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi sehingga mampu mengidentifikasi infeksi, bahkan ketika jumlah mikroorganisme masih sangat sedikit.
Karena hanya memerlukan sampel urine, pemeriksaan ini menjadi pilihan yang lebih nyaman bagi pasien tanpa memerlukan prosedur swab, sekaligus tetap memberikan hasil diagnostik yang akurat.
Mengapa Deteksi Dini Sangat Penting?
Semakin cepat infeksi diketahui, semakin cepat pula terapi yang tepat dapat diberikan.
Deteksi dini memberikan berbagai manfaat, antara lain:
- Mencegah komplikasi pada organ reproduksi.
- Mengurangi risiko infertilitas.
- Menurunkan risiko penularan kepada pasangan.
- Membantu dokter menentukan terapi yang sesuai dengan penyebab infeksi.
- Mendukung kesehatan reproduksi sebelum merencanakan kehamilan.
Banyak orang baru memeriksakan diri ketika keluhan sudah mengganggu, seperti keputihan yang berat, nyeri saat berkemih, atau infeksi yang terus berulang. Padahal, pada saat itu infeksi mungkin sudah berlangsung cukup lama.
Jika Anda memiliki faktor risiko, mengalami keluhan pada area genital, atau ingin memastikan kesehatan reproduksi sebelum menikah maupun sebelum program hamil, pemeriksaan molekuler seperti IntimaGene 6 atau IntimaGene 12 dapat menjadi pilihan untuk membantu mendeteksi penyebab infeksi secara lebih dini.
Ingat, melakukan skrining bukan berarti Anda pasti mengalami infeksi menular seksual. Justru, pemeriksaan sejak dini merupakan langkah preventif untuk menjaga kesehatan reproduksi, melindungi pasangan, dan memastikan Anda mendapatkan penanganan yang tepat bila ditemukan infeksi.
Jangan tunggu hingga muncul gejala, Jika Anda ingin melakukan pemeriksaan IntimaGene 6 atau IntimaGene 12 di Laboratorium Diagnos dapat menghubungi Call Center Diagnos di 1500-358. Anda juga dapat menghubungi WhatsApp Call Center di 0855-1500-358 untuk informasi dan pendaftaran.
BACA JUGA : Infeksi Menular Seksual (IMS): Penyebab, Gejala, Diagnosa
Referensi :
- Sexually Transmitted Infections (STIs). Geneva: World Health Organization; 2024
- CDC. Sexually Transmitted Infections Treatment Guidelines, 2021