Setiap anak berhak tumbuh sehat, aktif, dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah. Namun, di negara tropis seperti Indonesia, demam masih menjadi salah satu alasan tersering anak dibawa ke dokter atau rumah sakit. Meski sebagian besar kasus disebabkan oleh infeksi ringan yang dapat sembuh sendiri, tidak sedikit kasus demam yang ternyata merupakan tanda awal penyakit tropis yang berpotensi serius.
Pada peringatan Hari Anak Internasional, penting bagi orang tua untuk memahami bahwa tidak semua demam pada anak adalah flu biasa. Beberapa di antaranya dapat disebabkan oleh infeksi arbovirus, yaitu kelompok virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.
Apa Itu Arbovirus?
Arbovirus merupakan singkatan dari Arthropod-Borne Virus, yaitu virus yang ditularkan melalui arthropoda seperti nyamuk dan kutu. Secara global, arbovirus menjadi penyebab jutaan kasus infeksi setiap tahun dan banyak ditemukan di wilayah tropis serta subtropis.
Beberapa arbovirus yang penting pada manusia meliputi:
- Dengue Virus (DENV)
- Chikungunya Virus (CHIKV)
- Zika Virus (ZIKV)
- Yellow Fever Virus (YFV)
- West Nile Virus (WNV)
Sebagian besar virus tersebut ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, dua spesies nyamuk yang juga banyak ditemukan di lingkungan rumah masyarakat Indonesia.
Menurut World Health Organization (WHO), penyebaran arbovirus terus meningkat akibat perubahan iklim, urbanisasi, pertumbuhan populasi, dan mobilitas manusia yang semakin tinggi. Kondisi ini menyebabkan area penyebaran nyamuk pembawa penyakit menjadi semakin luas.
Mengapa Anak Lebih Rentan Terinfeksi Arbovirus?
Anak-anak memiliki risiko lebih tinggi terpapar gigitan nyamuk karena lebih banyak melakukan aktivitas di luar ruangan. Selain itu, gejala awal infeksi arbovirus sering kali tidak spesifik sehingga dapat menyerupai berbagai penyakit infeksi lain.
Pada banyak kasus, gejala awal hanya berupa:
- Demam mendadak
- Nafsu makan menurun
- Lemas
- Nyeri otot atau pegal-pegal
- Mual atau muntah
- Ruam kemerahan
Karena gejalanya mirip, orang tua sering kali kesulitan membedakan apakah anak mengalami dengue, chikungunya, atau infeksi virus lainnya.
Dengue: Arbovirus yang Paling Sering Terjadi di Indonesia
Dengue merupakan arbovirus yang paling sering ditemukan di Indonesia dan menjadi salah satu penyebab utama rawat inap pada anak.
WHO memperkirakan terdapat ratusan juta infeksi dengue setiap tahun di seluruh dunia. Indonesia sendiri mengalami peningkatan kasus yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hingga April 2024 tercatat lebih dari 88.000 kasus dengue dengan ratusan kematian yang dilaporkan.
Gejala dengue meliputi:
- Demam tinggi mendadak
- Nyeri kepala
- Nyeri otot dan sendi
- Mual dan muntah
- Ruam kulit
Pada sebagian pasien dapat berkembang menjadi dengue berat yang ditandai dengan kebocoran plasma, perdarahan, gangguan organ, hingga syok yang mengancam nyawa.
Menariknya, virus dengue tidak hanya terdiri dari satu jenis. Terdapat empat serotipe dengue, yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa DENV-2 lebih sering dikaitkan dengan manifestasi penyakit yang lebih berat dibandingkan serotipe lainnya.
Jenis Arbovirus Lain yang Perlu Dikenali
Chikungunya
Chikungunya sering kali menyerupai dengue pada fase awal. Namun, nyeri sendi pada chikungunya biasanya lebih dominan dan dapat berlangsung berminggu-minggu hingga berbulan-bulan setelah infeksi akut.
Zika
Sebagian besar kasus Zika bersifat ringan atau tanpa gejala. Namun infeksi pada ibu hamil dapat menyebabkan gangguan perkembangan janin, termasuk mikrosefali.
West Nile Virus dan Yellow Fever
Meskipun lebih jarang ditemukan di Indonesia, kedua virus ini tetap menjadi perhatian global karena dapat menyebabkan komplikasi serius pada sebagian pasien.
Mengapa Diagnosis Penyebab Demam Sangat Penting?
Gejala berbagai arbovirus sering kali tumpang tindih, terutama pada hari-hari pertama penyakit. Oleh karena itu, dokter tidak selalu dapat menentukan penyebab infeksi hanya berdasarkan gejala klinis.
Pemeriksaan laboratorium menjadi komponen penting dalam penegakan diagnosis.
Secara umum terdapat tiga kelompok pemeriksaan yang sering digunakan pada kasus demam yang dicurigai akibat arbovirus:
1. Antigen NS1
Digunakan terutama untuk dengue pada fase awal infeksi, umumnya sejak hari pertama hingga hari ketujuh demam.
2. Antibodi IgM dan IgG
Pemeriksaan ini mendeteksi respons imun tubuh terhadap virus. Hasil biasanya mulai lebih bermakna setelah beberapa hari sejak timbulnya gejala.
3. RT-PCR
Metode ini mendeteksi materi genetik virus secara langsung sehingga memungkinkan identifikasi infeksi pada fase sangat awal sebelum antibodi terbentuk.
Arbovirus Panel: Pemeriksaan yang Lebih Komprehensif
Seiring berkembangnya teknologi diagnostik, kini tersedia pemeriksaan Arbovirus Panel menggunakan metode Multiplex RT-PCR yang mampu mendeteksi beberapa arbovirus sekaligus dalam satu sampel pemeriksaan.
Panel ini dapat mengidentifikasi:
- Dengue serotipe 1–4
- Chikungunya Virus
- Zika Virus
- Yellow Fever Virus
- West Nile Virus
Pemeriksannya melalui deteksi materi genetik (RNA) virus secara langsung.
Keunggulan pendekatan panel adalah kemampuannya membantu dokter membedakan berbagai infeksi arbovirus yang memiliki gejala serupa, terutama pada fase awal penyakit ketika keputusan klinis harus segera diambil.
Kapan Orang Tua Harus Membawa Anak ke Dokter?
Segera konsultasikan anak apabila mengalami:
- Demam tinggi lebih dari dua hari
- Sulit minum
- Muntah berulang
- Mimisan atau perdarahan
- Nyeri perut hebat
- Buang air kecil berkurang
- Tampak sangat lemas
- Mengantuk terus-menerus atau sulit dibangunkan
Melindungi Anak dari Demam Tropis
Pencegahan tetap menjadi langkah terbaik. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
- Menguras tempat penampungan air secara rutin
- Menutup rapat wadah penyimpanan air
- Menghilangkan genangan air di sekitar rumah
- Menggunakan repelan nyamuk sesuai usia anak
- Memasang kasa atau kelambu
- Menjaga kebersihan lingkungan
Kenali Penyebab Demam Sejak Dini
Pada Hari Anak Internasional ini, mari lebih peduli terhadap setiap tanda penyakit pada anak. Demam bukan hanya sekadar gejala, tetapi dapat menjadi petunjuk penting adanya infeksi yang membutuhkan perhatian medis lebih lanjut.
Untuk membantu identifikasi penyebab demam tropis secara lebih akurat, Laboratorium Diagnos menyediakan Pemeriksaan Arbovirus Panel berbasis Multiplex RT-PCR yang mampu mendeteksi lima kelompok arbovirus utama dalam satu pemeriksaan. Dengan kemampuan mendeteksi materi genetik virus sejak fase awal infeksi, pemeriksaan ini dapat membantu dokter untuk memperoleh diagnosis yang lebih cepat, tepat, dan komprehensif pada anak maupun dewasa dengan kecurigaan infeksi arbovirus.
Karena pada akhirnya, diagnosis yang tepat adalah langkah awal untuk memberikan penanganan terbaik bagi setiap anak. Jika Anda ingin melakukan pemeriksaan Arbovirus Panel atau Panel Demam di Laboratorium Diagnos, silakan menghubungi Call Center Diagnos di 1500-358. Anda juga dapat menghubungi WhatsApp Call Center di 0855-1500-358 untuk memperoleh informasi lebih lanjut, konsultasi layanan, serta melakukan pendaftaran pemeriksaan.
BACA JUGA : Hari Lupus Sedunia: Kenali Gejala Lupus dan Pentingnya Pemeriksaan
Referensi ;
- World Health Organization. Global Arbovirus Initiative. Geneva: WHO; 2025
- World Health Organization. WHO Guidelines for Clinical Management of Arboviral Diseases: Dengue, Chikungunya, Zika and Yellow Fever. Geneva: WHO; 2025