Apa itu Flu Burung
Flu burung atau avian influenza adalah penyakit yang disebabkan infeksi virus influenza yang ditularkan dari unggas ke manusia.
Flu burung adalah penyakit infeksi virus influenza yang ditularkan oleh unggas, seperti ayam dan burung, ke manusia. Virus influenza termasuk ke dalam golongan Orthomyxoviridae yang terdiri dari tipe A, B dan C. Tipe virus influenza tipe A sub tipe H5N1, H5N6, H3N8, H7N4, H7N9, H9N2, H10N3, tetapi yang paling sering menginfeksi manusia adalah subtipe H5N1, H7N9 dan H5N6.
Penularan Flu Burung
Penularan akan terjadi apabila seseorang yang telah terkontaminasi virus dari cairan atau kotorang unggas mengenai area mata, hidung, mulut, terhirup atau tertelan oleh manusia. Selain itu penularan penyakit dapat terjadi apabila manusia mengonsumsi unggas mentah atau yang belum dimasak dengan matang dengan sempurna di wilayah yang dicurigai terinfeksi virus H5N1. Setelah virus masuk ke dalam tubuh akan menginfeksi saluran pernapasan dan dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain.
Risiko terinfeksi virus flu burung akan lebih tinggi pada orang yang memiliki kondisi sebagai berikut :
- Tinggal di area peternakan unggas
- Bekerja sebagai peternak atau penjagal unggas
- Bekerja sebagai tenaga kesehatan yang merawat penderita flu burung
- Pergi ke daerah yang sedang terjangkit flu burung
Gejala Flu Burung
Gejala Flu Burung dimulai dari gejala ringan sampau berat. Gejala akan muncul 2-5 hari setelah terpapar virus. Berikut beberapa gejala ringan-sedang yang sering muncul :
- Demam lebih dari 38 derajat Celcius
- Nyeri tenggorokan
- Pilek
- Batuk
- Sakit kepala
- Sesak napas
- Hidung tersumbat atau berair
- Konjungtivitis
- Gusi berdarah
- Mimisan
- Nyeri dada
- Nyeri otot
- Kelelahan
Pada gejala berat infeksi flu burung akan menyebabkan infeksi paru – paru, acute respiratory distress syndrome (ARDS), kejang, gangguan saraf.
Diagnosis Flu Burung
Untuk menegakkan diagnosis flu burung, dokter akan melakukan wawancara medis terkait gejala yang dialami, riwayat kesehatan dan riwayat perjalanan selama beberapa bulan terakhir. Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan jika diperlukan akan dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang sebagai berikut :
- Pemeriksaan PCR dengan melakukan kultur swab hidung dan tenggorokan
- Pemeriksaan darah untuk mengetahui nilai sel darah putih di dalam tubuh
- Pemeriksaan darah untuk mengetahui antibodi spesifik H5N1
- Pemeriksaan rontgen dada untuk mengetahui kondisi paru – paru
Penanganan Flu Burung
Pasien yang terdiagnosa flu burung akan menjalankan isolasi di Rumah Sakit untuk mencegah penularan. Terapi obat yang diberikan oleh dokter adalah obat antivirus seperti oseltamivir yang penggunaanya diawasi oleh dokter. Obat antivirus dapat meredakan gejala, dan mencegah terjadinya kompikasi.
Oseltamivir disarankan untuk diminum 48 jam setelah muncul gejala. Penanganan yang telat dapat menimbulkan gejala parah dan komplikasi seperti acute respiratory distress syndrome (ARDS), sepsis, pneumonia, gagal fungsi organ, kematian.
Pencegahan Flu Burung
Sampai saat ini belum tersedia vaksin untuk mencegah virus flu burung, namun ada beberapa cara untuk mencegah terjadinya infeksi flu burung :
- Cuci tangan rutin dengan air mengalir dan sabun
- Menghindari konsumsi makanan yang mentah atau belum matang
- Menggunakan alat pelindung jika bekerja atau berinteraksi dengan unggas atau hewan yang sakit
- Menghindari konsumsi susu yang mentah
- Tidak berkunjung ke tempat atau daerah yang sedang terjadi wabah flu burung
Apabila Anda paska berpergian ke luar kota atau memiliki peningkatan risiko terjadinya infeksi flu burung dapat melakukan pemeriksaan PCR atau pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah terdapat virus infuenza tipe A.
Laboratorium diagnos sebagai salah satu laboratorium terlengkap di Indonesia memiliki pemeriksaan PCR dan antibodi spesifik virus influenza tipe A. Jika Anda tertarik untuk melakukan pemeriksaan di Laboratorium Diagnos, Anda dapat melakukan pendaftaran di aplikasi DNAandMe atau dapat menghubungi Call Center Diagnos di 1500-358 atau di Whatsapp Call Center di 08551500358
BACA JUGA : Program DIET-mu Gagal Terus? Cek selengkapnya disini
Referensi :
- World Health Organization. Avian Influenza. Diakses Januari 2024. https://www.who.int/westernpacific/wpro-emergencies/surveillance/avian-influenza#:~:text=Human%20infection%20with%20avian%20influenza,these%20cases%2C%20139%20were%20fatal.
- Centers For Disease Control and Prevention. What Causes Bird Flu Virus Infections in Human. Diakses Januari 2024. https://www.cdc.gov/bird-flu/virus-transmission/avian-in-humans.html
- Medlineplus. Avian Influenza. Diakses Januari 2024. https://medlineplus.gov/ency/article/007263.htm