Sebagian besar masyarakat Indonesia tentunya pernah mengalami peradangan lambung yang dalam medis dikenal dengan penyakit gastritis. Bagaimana cara mengetahui diagnosa gastritis berikut penjelasannya.
Apa Itu Gastritis?
Gastritis adalah keadaan lapisan lambung yang mengalami peradangan atau iritasi karena lendir tebal (mucus) yang membantu melindungi lapisan lambung menghilang. Selain itu lambung memproduksi asam lambung dan enzim pencernaan.
Gastritis terbagi menjadi gastritis akut dan kronis. Gastritis akut terjadi karena peradangan pada lapisan lambung yang terjadi secara tiba – tiba. Kondisi gastritis akut yang tidak ditangani segera berlanjut menjadi gastritis kronis.
Penyebab Gastritis
Gastritis akut terjadi karena dinding lambung mengalami kerusakan secara tiba – tiba akibatnya dinding lambung terpapar cairan asam lambung dan mengalami iritasi. Seseorang dapat berisiko menderita gastritis akut apabila :
- Mengalami infeksi bakteri Helicobacter pylori atau infeksi virus di saluran pencernaan
- Rutin menggunakan obat – obatan kortikosteroid dan antiinflamasi nonsteroid
- Rutin konsumsi alkohol
- Menggunakan NAPZA
- Mengalami stres tidak tertangani
- Menelan zat yang bersifat asam
- Menggunakan alat bantu pernapasan
Sedangkan gastritis kronis terjadi akibat peradangan lambung yang tidak segera ditangani sehingga sebagian atau seluruh lendir (mucus) pelindung lambung menghilang. Berikut beberapa faktor risiko yang menyebabkan terjadinya gastritis kronis :
- Penyakit kronis seperti diabetes atau gagal ginjal
- Penggunaan aspirin dan anitinflamasi nonsteroid dalam jangka waktu yang lama
- Stres berat yang menyebabkan imunitas menurun
Gejala yang ditimbulkan
- Nyeri di bagian ulu hati
- Perut terasa panas atau perih
- Mual muntah
- Perut kembung
- Tidak nafsu makan
- Buang air besar bewarna hitam
- Muntah darah
Diagnosis Gastritis
Diagnosis gastritis dengan wawancara medis dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh oleh dokter. Selain itu untuk mendukung diagnosa biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang, antara lain :
- Tes helicobacter pylori
Tes ini dilakukan dengan pengambilan sampel darah, sampel tinja dan urea pada pernapasan (urea breath test)
- Gastroskopi
Nama lain tes ini adalah endoskopi lambung yang mengunakan kamera yang dimasukkan ke dalam mulut untuk melihat kondisi lambung.
- Rontgen
Tes rontgen dilakukan untuk melihat bagian dari saluran pencernaan atas, sebelumnya pasien akan menelan cairan barium sebelum rontgen dilakukan.
Tes helicobacter pylori adalah pemeriksaan non invasive yang merupakan gold standar untuk mendeteksi infeksi helicobacteri pylori penyebab gastritis. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan sampel nafas karena bakteri helicobacter pylori menggunakan enzim urease.
Cara pemeriksaan urea breath test adalah sebagai berikut :
- Pasien disarankan puasa minimal 3 jam
- Tidak boleh konsumsi antibiotic dan obat – obatan untuk mengatasi gangguan lambung sebelum pemeriksaan
- Pengambilan nafas pertama dengan pengumpulan udara ke dalam kantong
- Pasien diminta minym 13C-urea
- Pasien diminta berbaring ke sisi kiri selama 5 menit sebelum pengambulan sampel nafas kedua.
Jika Anda memiliki salah satu gejala di atas yang mengarah kepada gastritis sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter, atau jika ingin pemeriksaan mandiri bisa melakukan pemeriksaan urea breath test di laboratorium karena paparan helycobacteri di lambung dapat menjadi karsinogen tipe 1 yang apabila tidak segera ditangani dapat menyebabkan kanker lambung jenis non-cardia gastric adenocarcinoma.
Laboratorium Diagnos memiliki panel pemeriksaan urea breath test. Jika Anda tertarik untuk melakukan pemeriksaan panel Antigen Covid-19/Flu A & B di Laboratorium Diagnos. Anda dapat melakukan pendaftaran di aplikasi DNAandMe atau dapat menghubungi Call Center Diagnos di 1500-358 atau di Whatsapp Call Center di 08551500358.
BACA JUGA : Program DIET-mu Gagal Terus? Cek selengkapnya disini
Referensi :
- National Library of Medicine. Gastritis. Diakses Desember 2024. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK544250/
- NHS. Gastritis. Diakses Desember 2024. https://www.nhs.uk/conditions/gastritis/
- CDC. Helicobacter pylori. Diakses Desember 2024. https://wwwnc.cdc.gov/travel/yellowbook/2024/infections-diseases/helicobacter-pylori