Hepatitis B: Gejala, Cara Penularan & Pengobatan | Diagnos

.

Hepatitis B: Gejala, Cara Penularan & Pengobatan | Diagnos

Hepatitis B adalah infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Penyakit ini dapat bersifat akut (jangka pendek) atau kronis (jangka panjang). Hepatitis B merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia.

Menurut Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2018, prevalensi HBsAg positif (indikator infeksi hepatitis B) di Indonesia adalah 7,1% dari total populasi. Artinya, sekitar 18 juta orang Indonesia terinfeksi hepatitis B.

Sekitar 20–30% dari yang terinfeksi (HBsAg positif) berkembang menjadi hepatitis B kronis. Jika tidak diobati, 1 dari 4 penderita kronis bisa mengalami sirosis atau kanker hati.  Kanker hati akibat hepatitis B merupakan penyebab kematian nomor 2 terkait kanker di Indonesia.

Terdapat dua jenis hepatitis B yaitu :

  • Hepatitis B Akut: Infeksi jangka pendek (beberapa minggu hingga 6 bulan). Sistem imun biasanya mampu membersihkan virus.
  • Hepatitis B Kronis: Infeksi menetap lebih dari 6 bulan. Lebih berisiko pada bayi dan anak kecil.

Virus HBV menyebar melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh orang yang terinfeksi, seperti:

  • Ibu ke bayi saat persalinan.
  • Hubungan seksual tanpa pengaman dengan penderita.
  • Berbagi jarum suntik (narkoba, tindik, tato tidak steril).
  • Alat medis atau perawatan tubuh yang tidak steril (sikat gigi, pisau cukur).

Virus HBV tidak menular melalui cara sebagai berikut :

  • Berpelukan, bersin, batuk.
  • Berbagi makanan/minuman.
  • Kontak biasa seperti berjabat tangan.

Banyak orang tidak menyadari terinfeksi karena gejala sering tidak muncul. Jika ada, gejalanya meliputi:

  • Kelelahan
  • Demam ringan
  • Nyeri sendi atau otot
  • Mual, muntah, hilang nafsu makan
  • Sakit perut (kanan atas, di area hati)
  • Urine gelap seperti teh
  • Kulit dan mata kuning (jaundice)

Pada hepatitis kronis, gejala mungkin baru muncul setelah bertahun-tahun saat kerusakan hati sudah parah.

Dokter akan melakukan tes darah untuk memeriksa:

  1. HBsAg (Hepatitis B surface antigen): Positif berarti terinfeksi.
  2. Anti-HBs: Menunjukkan kekebalan (baik dari vaksin atau sembuh dari infeksi).
  3. HBV DNA: Mengukur jumlah virus dalam darah.
  4. Fungsi hati (ALT/AST): Menilai peradangan hati.
  5. USG hati atau biopsi hati : Jika dicurigai kronis

Tidak ada obat khusus. Sistem imun biasanya membersihkan virus sendiri. Yang bisa dilakukan:

  • Istirahat cukup.
  • Minum banyak air.
  • Hindari alkohol dan obat yang memberatkan hati.

Tujuan pengobatan hepatitis B kronis sebagai berikut :

  1. Menekan virus agar tidak merusak hati.
  2. Mencegah sirosis dan kanker hati.
  3. Obat yang digunakan:
  • Antivirus: Tenofovir, Entecavir (minum jangka panjang).
  • Interferon: Suntikan untuk merangsang sistem imun (tidak untuk semua orang).

4. Pemantauan rutin diperlukan untuk mengecek perkembangan penyakit.

Vaksinasi Hepatitis B

Vaksin hepatitis B aman dan efektif (3 dosis: saat lahir, 1 bulan, 6 bulan). Dianjurkan untuk:

  • Bayi baru lahir.
  • Tenaga medis.
  • Pasangan penderita hepatitis B.
  • Orang dengan risiko tinggi (pengguna narkoba suntik, pekerja seks).
  1. Gunakan kondom saat berhubungan seks.
  2. Hindari berbagi jarum atau alat pribadi (sikat gigi, pisau cukur).
  3. Pastikan peralatan medis/tindik/tato yang digunakan steril.

Apabila Anda positif hepatitis B kronis berikut beberapa saran yang bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari – hari :

  • Rutin kontrol ke dokter (setiap 6-12 bulan).
  • Hindari alkohol karena memperparah kerusakan hati.
  • Makan makanan sehat (rendah lemak, tinggi serat).
  • Olahraga teratur untuk menjaga daya tahan tubuh.
  • Edukasi keluarga/pasangan untuk vaksinasi dan pencegahan.

Segera periksa lebih lanjut ke dokter apabila terdapat beberapa hal berikut :

  • Gejala kuning, muntah terus-menerus, atau nyeri perut hebat.
  • Hasil tes menunjukkan hepatitis B positif.
  • Ingin memulai pengobatan atau vaksinasi.

Apabila Anda memiliki tanda dan faktor risiko yang berkaitan dengan hepatitis B, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter. Pemeriksaan HBV dengan metode real time-PCR dapat mendeteksi materi genetik DNA dari virus Hepatitis dalam tubuh seseorang yang telah terinfeksi hepatitis B.

Laboratorium Diagnos sebagai salah satu laboratorium yang akurat dan terpercaya di Indonesia, mempunyai panel pemeriksaan HBV DNA. Jika ingin melakukan pendaftaran di aplikasi DNAandMe atau dapat menghubungi Call Center Diagnos di 1500-358 atau di Whatsapp Call Center di 08551500358.

Referensi :

  1. Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Hepatitis B. Diakses Mei 2025. https://www.kemkes.go.id/
  2. World Health Organization (WHO). Global Hepatitis Report 2024. Diakses Mei 2025. https://www.who.int/

ARTIKEL KESEHATAN

Artikel Lainnya yang Sesuai

Dapatkan update seputar artikel kesehatan, info dan news terbaru dari Laboratorium Diagnos

Scroll to Top
Open chat
Halo sobat Diagnos 👋
ada yang bisa kami bantu ?