Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda bereaksi terhadap zat asing, yang disebut sebagai alergen. Menurut data International Study of Asthma & Allergies in Children (ISAAC) prevalensi alergi di Indonesia :
Usia 6 – 7 tahun : 0,8% – 14,9%
Usia 13 – 14 tahun : 1,4% – 39,7%
Dewasa : 10-20%
Berikut fakta alergi yang perlu kamu ketahui :
- Alergi dapat memengaruhi berbagai bagian tubuh, menyebabkan beragam gejala. Alergen bisa menjadi sesuatu yang Anda makan, hirup ke dalam paru-paru Anda, suntikkan ke dalam tubuh Anda, atau sentuh.
- Alergi akan muncul setelah paparan berulang terhadap alergen. Seseorang yang alergi belum tentu sensitif terhadap zat yang sama, dan belum tentu gejala langsung muncul. Namun saat gejalanya muncul, penyakit ini dapat dengan mudah kambuh dan memerlukan pengobatan.
- Penanganan alergi adalah dengan edukasi yang tepat, menghidari alergen yang menjadi pemicu, dan pengobatan medis seperti anti-histamin.
- Riwayat alergi pada keluarga membuat seseorang lebih rentan terkena alergi, kedua orangtua memiliki riwayat alergi: anak memiliki risiko sebanyak 40% – 60%. Satu orangtua yang memiliki riwayat alergi: anak memiliki risiko sebanyak 20% – 40%. Satu saudara yang memiliki riwayat alergi : anak memiliki risiko sebanyak 25% – 35%.
- Faktor lingkungan, seperti polusi, tingkat serbuk sari, dan paparan terhadap beberapa bahan kimia tertentu, dapat memperburuk gejala alergi.
- Beberapa pilihan gaya hidup seperti merokok dapat meningkatkan risiko dan keparahan alergi.
- Alergi makanan paling sering terjadi, terutama di antara anak-anak. Alergen makanan paling umum termasuk susu, telur, kacang tanah, kacang-kacangan, kedelai, gandum, ikan, dan kerang.
- Alergi bisa menyebabkan kematian jika terjadi reaksi anafilaksis. Pemicu paling umum untuk anafilaksis adalah obat-obatan, makanan, dan sengatan serangga.
- Pemeriksaan alergi dapat membantu mengidentifikasi alergen-alergen spesifik yang memicu reaksi alergi seseorang. Metode umum termasuk tes tusuk kulit, tes darah IgE, dan diet eliminasi.
- Tes darah dilakukan dengan mengukur jumlah antibodi penyebab alergi dalam aliran darah Anda, yang dikenal sebagai antibodi Imunoglobulin E (IgE) adalah pemeriksaan alergi yang paling efektif. Sampel darah dikirim ke laboratorium medis, di mana dapat diuji untuk bukti sensitivitas terhadap alergen yang kemungkinan menjadi penyebab.
Jika Anda tertarik untuk melakukan pemeriksaan komponen antibodi immunoglobulin (IgE), Anda bisa melakukan pemeriksaan tersebut di Laboratorium Diagnos dengan fitur pemeriksaan panel IgE Indonesia atau IgE Pediatri. Cara mendaftar nya sangat mudah bisa melalui aplikasi DNAandMe atau menghubungi Call Center Diagnos di 1500-358 atau di Whatsapp Call Center di 08551500358
Download aplikasi dnaandme by Diagnos:
Google Play : https://s.id/diagnosandroid
IOS : https://s.id/diagnosIOS
Referensi :
- Genetics of Allergic Disease. National Library of Medicine. Diakses April 2024. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4415518/
- IgE Allergy Diagnostics and Other Relevant Tests in Allergy, a Word Allergy Organization Position Paper. National Library of Medicine. Diakses April 2024. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7044795/
- Facts About Allergy. Chinese Center For Disease and Control and Prevention. Diakses April 2024. https://en.chinacdc.cn/in_focus/202303/t20230317_264355.html