Kesehatan merupakan aset terpenting dalam hidup. Sayangnya, banyak orang baru menyadari pentingnya kesehatan setelah jatuh sakit. Salah satu ancaman terbesar kesehatan masyarakat saat ini adalah Penyakit Tidak Menular (PTM).
Berbeda dengan penyakit menular seperti flu atau TBC, PTM berkembang perlahan dan seringkali hadir tanpa gejala pada awalnya, namun bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat.
Deteksi dini menjadi kunci utama untuk mencegah dampak buruk PTM. Melakukan pemeriksaan sejak dini, tidak hanya menyelamatkan diri dari komplikasi, tetapi juga menghemat biaya pengobatan dan menjaga kualitas hidup.
Apa Itu Penyakit Tidak Menular?
Penyakit Tidak Menular (Non-Communicable Diseases/NCDs) adalah kelompok penyakit yang tidak menular dari satu orang ke orang lain, dan umumnya bersifat kronis atau berlangsung dalam jangka panjang. Contoh PTM yang paling umum meliputi:
- Penyakit jantung dan pembuluh darah
- Diabetes mellitus (kencing manis)
- Kanker
- Penyakit pernapasan kronis (misalnya: asma, PPOK)
- Hipertensi (tekanan darah tinggi)
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), PTM menyumbang sekitar 71% dari seluruh kematian global. Di Indonesia sendiri, angka kejadian PTM terus meningkat setiap tahunnya, terutama karena perubahan gaya hidup.
Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular
Mengetahui faktor risiko ini sangat penting agar kita dapat melakukan pencegahan sedini mungkin. Terdapat dua jenis faktor risiko utama:
1. Faktor risiko yang bisa diubah:
- Merokok
- Konsumsi alkohol
- Pola makan tidak sehat (tinggi gula, garam, lemak)
- Kurang aktivitas fisik
- Obesitas atau kelebihan berat badan
- Stres berkepanjangan
2. Faktor risiko yang tidak bisa diubah:
- Usia (risiko meningkat seiring bertambahnya usia)
- Jenis kelamin
- Riwayat keluarga
Mengapa Deteksi Dini Itu Penting?
1. Mencegah komplikasi
Sebagian besar PTM berkembang secara diam-diam. Contoh: seseorang bisa mengidap diabetes bertahun-tahun tanpa gejala, namun selama itu kerusakan organ terus terjadi. Deteksi dini bisa menghentikan atau memperlambat proses ini.
2. Biaya pengobatan lebih murah
Mengobati penyakit kronis di tahap lanjut yang membutuhkan biaya besar, dengan deteksi dini, penanganan bisa lebih ringan dan tidak membutuhkan banyak biaya.
3. Menjaga produktivitas dan kualitas hidup
Orang yang sudah mengetahui kondisi kesehatannya sejak awal bisa segera mengambil tindakan, seperti: mengubah gaya hidup, minum obat secara teratur, dan tetap menjalani aktivitas tanpa hambatan berarti.
Cara Melakukan Deteksi Dini PTM
1. Pemeriksaan berkala
Beberapa tes sederhana yang bisa dilakukan di puskesmas, klinik, atau laboratorium:
- Tekanan darah: untuk mendeteksi hipertensi
- Gula darah: untuk mendeteksi diabetes
- Profil lipid (kolesterol): untuk mendeteksi risiko jantung
- Indeks massa tubuh (IMT): untuk menilai status gizi
- Pap smear / IVA test: untuk mendeteksi kanker serviks
- SADARI & pemeriksaan payudara klinis: untuk kanker payudara
2. Aplikasi deteksi mandiri
Kini banyak aplikasi kesehatan yang bisa membantu memantau tekanan darah, gula darah, atau mengingatkan jadwal cek kesehatan. Ini bisa menjadi alat bantu awal sebelum ke dokter. Laboratorium Diagnos memiliki aplikasi DNAandMe yang memiliki fitur penilaian kesehatan Memberikan skor risiko untuk beberapa penyakit berdasarkan data biometrik dan gaya hidup, termasuk:
- Penyakit kardiovaskular dan aterosklerosis
- Diabetes tipe 2
- Hipertensi
- Penyakit ginjal kronik
- Penyakit hati berlemak non-alkoholik
Selain itu terdapat fitur paspor kesehatan yang menyimpan semua data kesehatan pengguna, termasuk hasil laboratorium, skor risiko, dan data dari pelacak kesehatan. Memudahkan akses dan pemantauan kesehatan secara menyeluruh.
3. Konsultasi dengan tenaga kesehatan
Jika ada gejala ringan seperti sering haus, mudah lelah, nyeri dada, sesak napas, atau benjolan tidak biasa, segera konsultasi untuk evaluasi lebih lanjut.
Siapa Saja yang Perlu Melakukan Deteksi Dini?
Semua orang perlu melakukan deteksi dini, tapi kelompok berikut lebih dianjurkan:
- Usia di atas 30 tahun
- Memiliki riwayat keluarga dengan PTM
- Gaya hidup tidak sehat
- Pekerja kantoran yang minim aktivitas fisik
- Perempuan yang sudah menikah (untuk deteksi kanker serviks)
Langkah Sederhana untuk Mencegah dan Mengontrol PTM
Pencegahan PTM selain dengan melakukan deteksi dini perlu diimbangi juga dengan perubahan gaya hidup, di antaranya :
- Konsumsi makanan bergizi seimbang
- Batasi asupan gula sebanyak 50 gram (4 sendok makan per hari), asupan garam maksimal 5 gram (1 sendok teh pe hari), dan asupan lemak maksimal 67 gram per hari.
- Rutin olahraga minimal 30 menit per hari
- Berhenti merokok dan hindari alkohol
- Kelola stres dengan baik (meditasi, hobi, konseling)
- Tidur cukup dan berkualitas 7-8 jam per hari
Jika Anda tertarik untuk melakukan tes DNAandMe di Laboratorium Diagnos. Anda dapat melakukan pendaftaran di aplikasi DNAandMe atau dapat menghubungi Call Center Diagnos di 1500-358 atau di Whatsapp Call Center di 08551500358.
BACA JUGA : Apa Itu Trombositosis? Gejala, Penyebab, dan Pengobatan
Referensi :
- Kementerian Kesehatan RI. Hasil Utama Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Diakses Mei 2025. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id
- World Health Organization. Noncommunicable diseases (NCDs). Diakses Mei 2025. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/noncommunicable-diseases