Amonia Darah

Deskripsi

Amonia (NH3) merupakan produk hasil  metabolisme protein dan biasanya diolah oleh hati menjadi urea untuk dikeluarkan melalui urin.  Jika hati tidak berfungsi dengan baik, proses ini terganggu, menyebabkan peningkatan kadar ammonia dalam darah.

Kadar ammonia yang tinggi dapat menunjukkan adanya kerusakan hati seperti ensefalopati hepatik, koma akibat sirosis hati, hepatitis berat, sindrom Reye, nekrosis hati akut, dan hepatotoksisitas obat. Selain itu kadar amnonia tinggi juga dapat ditemukan pada individu dengan gagal jantung dan peningkatan konsumsi protein.

Pada bayi, peningkatan kadar amonia dapat diakibatkan oleh faktor keturunan seperti defisiensi enzim yang digunakan pada metabolisme urea, kelainan metabolisme asam organik dan asam amino, serta penyakit hati.

Catatan Tes

-Pengambilan darah dari vena pasien yang bebas stasis (misalnya, tanpa torniket). Pasien tidak boleh mengepalkan tangan selama pengambilan, karena eksersi otot umumnya dapat meningkatkan kadar amonia.
– Pasien harus menghindari merokok sebelum pengambilan darah karena merokok dapat meningkatkan kadar amonia plasma.
– Tabung harus diisi penuh dan selalu ditutup rapat. Segera taruh di atas es (Quest)
– Sentifus sampel harus dilakukan pada suhu dingin (4°C). Pisahkan plasma dari sel dalam waktu 15 menit dan plasma disimpan dalam es hingga waktu analisis.
– Penanganan spesimen yang tepat sangat penting; peningkatan amonia yang salah dapat terjadi jika petunjuk pengangkutan dan pemrosesan tidak diikuti dengan benar.

Persiapan Tes

Hindari merokok sebelum pengambilan darah
Whole blood EDTA
3 mL
2 ‑ 8 °C = 2 jam

TES LABORATORIUM

Tes Terkait

Jelajahi tes terkait dalam kategori non-laboratorium untuk mendukung diagnosis dan perawatan kesehatan Anda secara lebih menyeluruh.
Scroll to Top
Open chat
Halo sobat Diagnos 👋
ada yang bisa kami bantu ?