Tahukah Kamu tes DNAandMe Dapat Mengetahui Risiko Penyakit terkait Reproduksi Wanita ?

.

Tahukah Kamu tes DNAandMe Dapat Mengetahui Risiko Penyakit terkait Reproduksi Wanita ?

Tahukah Kamu Tes DNAandMe Dapat Mengetahui Risiko Penyakit Terkait Reproduksi Wanita  ?

Apakah kamu sudah mengenal apa itu tes DNA? Tes DNA merupakan tes untuk mendeteksi DNA (deoxyribonucleic Acid) atau asam deoksiribonukleat. Namun seperti yang sudah diketahui oleh masyarakat awam bahwa tes DNA biasanya digunakan untuk mengetahui identitas seseorang, sedangkan terkait manfaat lain dari tes DNA belum banyak yang mengetahuinya.

Salah satu manfaat dari tes DNA pada Wanita adalah tes prediktif terkait kondisi seseorang berdasarkan karakteristik genetik yang dimiliki oleh suatu individu. Jenis tes ini dilakukan untuk mendeteksi adanya penyakit yang disebabkan oleh perubahan genetik. Saat ini di Indonesia tidak banyak laboratorium yang dapat melakukan tes DNA, salah satu laboratorium yang dapat melakukan tes DNA adalah Laboratorium Diagnos. Laboratorium Diagnos memiliki pemeriksaan tes DNA yaitu DNAandMe.

Mengenal apa itu DNAandMe

DNAandMe adalah pemeriksaan genetik yang bertujuan untuk mengetahui variasi susunan genetik individu yang memberikan informasi seputar diet dan nutrisi, risiko penyakit, potensi akademik dan non-akademik, serta berbagai informasi lainnya yang dikelompokkan ke dalam 21 kategori.

Pemeriksaan DNAandme yang ada di Laboratorium Diagnos termasuk ke dalam tes genomik prediktif yaitu melakukan tes genetik pada orang yang tidak memiliki gejala untuk memprediksi risiko penyakit orang tersebut di masa depan berdasarkan profil genetiknya.

Pada Wanita salah satu organ terpenting pada wanita adalah organ reproduksi. Tes DNAandMe dapat memprediksi risiko penyakit terhadap reproduksi wanita di masa depan , diantara nya:

1. Endometriosis

Endometriosis adalah suatu kondisi tumbuhnya jaringan yang mirip dengan lapisan dalam dinding rahim (endometrium) di luar rahim. Gejala utama endometriosis adalah nyeri atau kram hebat di bagian bawah perut atau panggul. Pemeriksaan DNA dapat menjadi salah satu potensial biomarker untuk mendeteksi terjadinya endometriosis.

2. Leiomyoma

Leiomyoma adalah tumor jinak yang menyerang bagian otot polos rahim. Gejala utama leiomyoma adalah darah haid yang berlebihan. Terdapat penelitian yang menggunakan gen-marker berbasis metilasi DNA (DNA methylation-based marker genes) yang spesifik untuk mendeteksi leiomioma uterus, dan diagnosis banding penyakit leiomiosarkoma.

3. Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS)

PCOS (Polycystic ovarian syndrome atau sindrom polikistik ovarium) adalah penyakit di organ reproduksi ketika ovum atau sel telur pada wanita tidak berkembang secara normal karena ketidakseimbangan hormon akibat meningkatnya kadar hormone androgen (hormon seks pria). Dengan gejala awal seperti munculnya jerawat, hirsutism (pertumbuhan rambut wajah atau tubuh yang berlebihan pada wanita), penipisan rambut (alopesia androgenetic). Sudah dilakukan beberapa penelitian yang berkaitan dengan metilasi DNA dan miRNA dalam sel granulosa ovarium dapat mengidentifikasi gen penyebab terjadinya penyakit PCOS.

4. Premature Ovarian Failure

Premature ovarian failure adalah menopause yang terjadi pada wanita sebelum usia 40 tahun. Penyebabnya karena faktor genetik, gangguan autoimun dan enzimatik, infeksi, dan penyebab lain yang belum diketahui. Saat ini identifikasi beberapa gen penyebab terjadinya Premature Ovarian Failure dapat dilakukan dengan tes DNA dan memungkinkan penyakit dapat di deteksi secara dini.

Download juga aplikasi dnaandme by Diagnos:
google play : https://s.id/diagnosandroid
IOS : https://s.id/diagnosIOS

Referensi :

  1. New Insight into Genetics of Endometriosis – a Comprehensive Literature Review. National Library of Medicine. Diakses Februari 2024. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC10340419/
  2. Identification of Uterine Leiomyoma-Specific Marker Genes Based on DNA methylation and Their Clinical Application. Scientific Report – Nature. Diakses Februari 2024. https://www.nature.com/articles/srep30652
  3. Characterization of DNA Methylation and Screening of Epigenetic Markers in Polycystic Ovary Syndrome. National Library of Medicine. Diakses Februari 2024. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8186667/
  4. The genetics of premature ovarian failure: current perspectives. National Library of Medicine. Diakses Februari 2024. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4590549/

ARTIKEL KESEHATAN

Artikel Lainnya yang Sesuai

Dapatkan update seputar artikel kesehatan, info dan news terbaru dari Laboratorium Diagnos

Scroll to Top
Open chat
Halo sobat Diagnos 👋
ada yang bisa kami bantu ?