Alternatif Pemeriksaan HPV DNA

.

Apakah anda pernah mendengar virus HPV sebagai penyebab kanker serviks dan bagaimana

cara untuk mendeteksi HPV pada tubuh kita?

Human Papillomavirus atau yang biasa dikenal dengan HPV adalah virus asam deoksiribonukleat (DNA) kecil yang tidak berlipatan dan dapat menginfeksi sel kulit atau mukosa. Sedangkan Kanker serviks adalah keganasan yang terjadi pada leher Rahim atau mulut rahim yang mengakibatkan berubahnya sel normal serviks menjadi sel pra-kanker yang disebabkan oleh HPV.

Menurut data dari Profil Kesehatan Indonesia tahun 2021, kanker serviks menempati peringkat kedua setelah kanker payudara, yaitu sebanyak 36.633 kasus atau 17,2% dari seluruh kasus kanker pada wanita. Sedangkan menurut data kementerian Kesehatan, kanker serviks menjadi penyakit dengan pembiayaan terbesar kedua dengan estimasi 3,5 triliun. Meskipun menjadi kanker kedua terbanyak di Indonesia, penyakit ini dapat dicegah dengan menghindari faktor risiko dengan melakukan deteksi dini secara berkala.

Untuk mendeteksi kanker serviks, World Health Organization atau WHO selaku badan kesehatan dunia, merekomendasikan pemeriksaan HPV DNA sebagai metode pemeriksaan utama dalam mencegah kanker serviks. Tes HPV DNA adalah tes berbasis molekuler yang

bertujuan untuk mencari atau mengetahui adanya tanda-tanda adanya infeksi HPV. Pemeriksaan ini diutamakan untuk mendeteksi strain dari varian HPV yang berisiko tinggi (high- risk strains of HPV) yang berpotensi menimbulkan kanker serviks.

Pemeriksaan yang disarankan untuk HPV bisa dilakukan dengan pemeriksaan pap smear atau HPV DNA. Kedua tes ini sama–sama dilakukan dengan mengambil spesimen sel dari leher rahim lalu akan diperiksa di laboratorium untuk mencari adanya sel kanker atau prakanker. Namun, pada pemeriksaan HPV DNA terdapat perbedaan dengan pemeriksaan pap smear karena dengan metode HPV DNA dapat mengetahui risiko HPV yang berkembang ke arah kanker serviks dengan tingkat akurasi hingga 98%.

Karena HPV DNA dapat mengidentifikasi jenis–jenis HPV dari tiap sampel spesimen yang diperiksa, sehingga hasil tes dapat memberikan informasi lebih awal sebelum terjadi perubahan–perubahan agresif pada sel yang abnormal.

Perbandingan Sensitivitas dan Spesifitas Pemeriksaan Pap Smear dengan HPV-DNA

Penyebab utama kanker serviks sampai dengan saat ini belum diketahui, namun saat ini sudah diketahui bahwa penyakit ini berkaitan dengan paparan virus HPV yang menular melalui hubungan seksual. Peluang penderita kanker serviks akan sembuh lebih besar jika penyakit ini terdeteksi sejak dini. Oleh karena itu, setiap wanita yang sudah berhubungan seksual disarankan untuk melakukan skrining kanker serviks secara berkala. Adapun untuk mempercepat deteksi dini kanker serviks, Kementerian Kesehatan merekomendasikan untuk menggunakan metode HPV DNA.

Laboratorium Diagnos adalah laboratorium yang menyediakan layanan pemeriksaan HPV DNA dengan basis Liquid Based Cytology atau LBC. Pemeriksaan berbasis LBC dapat mendeteksi abnormalitas pada sel dari mulut rahim yang mendukung pemeriksaan HPV DNA untuk mendeteksi tipe HPV, terutama varian HPV yang berisiko tinggi (high-risk strains of HPV).

Perbedaan Pap Smear konvensional dengan Liquid Based Cytology Pap Smear Konvensional Liquid Based Cytology

Pap Smear Konvensional 

  • Visualisasi terganggu karena dapat terkontaminasi oleh darah, mukosa, dan material lain
  • Harus mengambil sampel Kembali jika • ingin pemeriksaan HPV DNA
  • Sebagian sel terbuang
  • Akurasi rendah dan subjektif

Cara pengambilan sampel:

  • Spesimen sel didapat dari serviks .
  • Pulasan spesimen pada kaca objek, termasuk lender dan darah yang mungkin ada sel yang terbuang .
  • Pulasan spesimen disemprotkan cairan fiksatif.
  • Preparat diberi pewarna dan dilihat dibawah mikroskop

Liquid Based Cytology

  • Visualisasi tidak terganggu dengan keberadaan darah, mukosa, dan material lain.
  • Cukup satu kali pengambilan sampel dapat sekaligus dilakukan pemeriksaan HPV DNA.
  • Tidak ada sel yang terbuang, sel langsung terfiksasi untuk menjaga kualitas.
  • Akurasi pemeriksaan lebih tinggi, terutuma bila memeriksaan HPV DNA sekaligus.

Cara pengambilan sampel:

  • Spesimen sel didapat dari serviks
  • Sel dimasukkan ke dalam cairan dan tidak ada sel yang terbuang
  • Pulasan spesimen diteteskan di atas kaca objek
  • Preparat diberi pewarna dan dilihat dibawah mikroskop

Untuk masa depan yang sehat, ayo deteksi dini kanker serviks dengan pemeriksaan HPV DNA dengan metode Liquid-Based Cytology di Laboratorium Diagnos.

Anda dapat melakukan pendaftaran melalui aplikasi DNAandMe atau menghubungi Call Center Laboratorium Diagnos di 1500-358 atau Whatsapp Call Center di +62855 1500 358

Download Aplikasi DNAandME, untuk mendapatkan informasi kesehatan, promo, hasil lab dan layanan menarik lainnya dengan klik :

Aplikasi Android : https://s.id/diagnosandroid
Aplikasi IOS : https://s.id/diagnosIOS

Referensi:

  1. Human Papillomavirus (HPV). World Health Organization.
  2. WHO recommends DNA testing as a first-choice screening method for cervical cancer prevention. World Health Organization.
  3. Peran Keilmuan Obstetri dan Ginekologi Sosial terhadap Cakupan Skrining Kanker Serviks di Era Transformasi Kesehatan Indonesia. Pidato pengukuhan Prof. Dr. dr. Junita Indarti, Sp.OG(K).
  4. Human Papillomavirus DNA versus Papanicolaou Screening Tests for Cervical Cancer. The New- England Medica Review and Journal.
  5. Diagnostic Performance of Urine-based HPV – DNA Test. Indonesian Journal of Obstretic and Gynecology.

ARTIKEL KESEHATAN

Artikel Lainnya yang Sesuai

Dapatkan update seputar artikel kesehatan, info dan news terbaru dari Laboratorium Diagnos

Scroll to Top
Open chat
Halo sobat Diagnos 👋
ada yang bisa kami bantu ?