Banyak orang menyebut “campak rubella” seolah itu satu penyakit. Padahal sebenarnya ini adalah dua infeksi virus yang berbeda, yaitu campak (measles) dan rubella (German measles).
Keduanya sama-sama menyebabkan ruam, tapi virus penyebab, tingkat keparahan, dan risikonya berbeda.
Apa Itu Campak (Measles)?
Campak adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh: virus measles dari genus Morbillivirus (famili Paramyxoviridae). Virus ini menyerang saluran pernapasan, sistem imun dan dapat menyebar ke seluruh tubuh
Apa Itu Rubella?
Rubella disebabkan oleh: virus rubella dari genus Rubivirus (famili Matonaviridae). Infeksinya umumnya lebih ringan, tetapi: sangat berbahaya jika terjadi pada ibu hamil karena dapat menginfeksi janin
Bagaimana Cara Penularannya?
Keduanya menular melalui:
- droplet (batuk, bersin)
- udara (airborne, terutama campak)
- kontak dekat dengan penderita
- Virus campak bahkan bisa bertahan di udara hingga ±2 jam
Gejala Campak
Campak biasanya melalui beberapa fase:
1. Fase awal (prodromal)
- Demam tinggi (≥38,5–40°C)
- Batuk, pilek, mata merah (3C: cough, coryza, conjunctivitis)
2. Tanda khas
- Koplik spots (bintik putih di dalam mulut)
3. Fase ruam
- Ruam muncul dari wajah yang menyebar ke seluruh tubuh, sering disertai kondisi anak tampak sangat lemas
Gejala Rubella
- Demam ringan atau tidak ada
- Ruam merah muda halus
- Pembesaran kelenjar getah bening (belakang telinga & leher)
- Nyeri sendi (terutama pada remaja/dewasa)
Banyak kasus bahkan tidak disadari karena gejalanya ringan
Kenapa Campak Lebih Berbahaya?
Campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti:
- Pneumonia (infeksi paru)
- Diare berat
- Ensefalitis (radang otak)
- Penurunan sistem imun sementara
Risiko kematian lebih tinggi terutama pada anak kecil
Kenapa Rubella Berbahaya pada Ibu Hamil?
Jika ibu hamil terinfeksi, terutama trimester awal dapat terjadi Congenital Rubella Syndrome (CRS) yang menyebabkan:
- Kelainan jantung bawaan
- Gangguan pendengaran
- Gangguan penglihatan (katarak)
- Keterlambatan perkembangan
Bagaimana Cara Diagnosis Rubella?
Selain berdasarkan gejala klinis, diagnosis rubella dapat dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan yang umum dilakukan meliputi Anti Rubella IgM, Anti Rubella IgG, dan PCR Rubella.
Pemeriksaan Anti Rubella IgM digunakan untuk mendeteksi infeksi akut atau infeksi yang baru terjadi. Hasil IgM positif biasanya menunjukkan bahwa seseorang sedang atau baru saja terinfeksi virus rubella.
Sementara itu, Anti Rubella IgG digunakan untuk menilai kekebalan terhadap rubella, baik karena infeksi sebelumnya maupun akibat imunisasi. IgG positif dengan IgM negatif umumnya menunjukkan bahwa seseorang sudah memiliki perlindungan terhadap virus ini.
Pada kondisi tertentu, terutama untuk konfirmasi lebih akurat, dapat dilakukan pemeriksaan PCR Rubella. Pemeriksaan ini mendeteksi langsung materi genetik virus dan sangat bermanfaat pada fase awal infeksi atau pada kasus khusus seperti kehamilan.
Bagaimana Cara Pengobatannya?
Tidak ada obat antivirus spesifik untuk campak maupun rubella. Penanganannya bersifat suportif:
- Istirahat cukup
- Cairan yang cukup
- Obat penurun demam
- Nutrisi adekuat
- Vitamin A pada campak (terbukti menurunkan komplikasi)
Berapa Lama Masa Penularannya?
Campak:
4 hari sebelum ruam muncul hingga 4 hari setelahnya
Rubella:
Sekitar 7 hari sebelum hingga 7 hari setelah ruam
Artinya, seseorang bisa menular sebelum sadar dirinya sakit
Bagaimana Cara Mencegahnya?
Cara paling efektif adalah imunisasi MR (Measles-Rubella)
Vaksin ini:
- Memberikan perlindungan jangka panjang
- Mencegah komplikasi berat
- Membantu membentuk kekebalan kelompok (herd immunity)
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksa jika muncul:
- Demam tinggi > 39°C
- Sesak napas
- Kejang
- Anak tidak mau minum
- Lemas atau penurunan kesadaran
Campak dan rubella merupakan dua penyakit yang berbeda namun sama-sama perlu diwaspadai. Campak cenderung lebih berat dan sangat menular, sedangkan rubella sering lebih ringan tetapi berisiko tinggi pada kehamilan. Diagnosis yang tepat, termasuk melalui pemeriksaan laboratorium seperti IgM, IgG, dan PCR, sangat penting untuk memastikan kondisi serta menentukan langkah penanganan yang sesuai.
Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala yang mengarah ke rubella atau memiliki risiko tertentu seperti kehamilan, disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan Anti Rubella IgM, IgG, maupun PCR dapat dilakukan di Laboratorium Diagnos untuk mendapatkan hasil yang akurat dan penanganan yang tepat.
BACA JUGA : Alergi pada Balita & Pentingnya Tes IgE Panel Pediatri
Referensi :
- Moss WJ. (2017). Measles. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28792898/
- Lambert N, et al. (2015) Rubella. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25803349/