Bleeding time (BT) atau waktu perdarahan merupakan pemeriksaan untuk menilai kemampuan vaskular dan trombosit dalam menghentikan perdarahan.
Pemeriksaan BT sangat dipengaruhi oleh faktor teknik penusukan yang meliputi kedalaman, panjang, lokalisasi, serta arah tusukan. Terdapat 2 metode yang digunakan yaitu Ivy dan Duke. Metode Ivy dilakukan dengan memberikan tekanan pada lengan atas menggunakan tensimeter sebesar 40 mmHg, kemudian lengan bawah bagian volar ditusuk menggunakan lanset sedalam 3 mm. Nilai rujukan metode Ivy sekitar 1 – 6 menit. Adapun metode Duke dilakukan dengan menusuk tepi anak daun telinga. Metode Duke hanya digunakan untuk pasien bayi dan anak kecil. Nilai rujukan metode Duke sekitar 1 – 3 menit. Metode Ivy diketahui lebih reliabel karena dilakukan pembendungan dibandingkan dengan metode Duke, sehingga mekanisme hemostasis pada metode Ivy lebih dapat dinilai.
Pemeriksaan BT biasa digunakan untuk skrining kelainan trombosit seperti trombositopenia, von Willebrand Disease (VWD), Glanzmann’s thrombastenia, Bernard-Soulier Syndrome, inhibisi fungsi trombosit oleh obat anti platelet (aspirin, klopidogrel), dsb. Namun, pemeriksaan BT diketahui memiliki sensitivitas dan spesifisitas diagnostik yang rendah, serta kemaknaan klinis yang kurang baik.