Clotting time (CT) atau waktu pembekuan merupakan pemeriksaan untuk menentukan lamanya waktu yang diperlukan darah untuk membeku.
Terdapat 2 metode yang digunakan yaitu metode tabung (modifikasi Lee and White) dan Duke. Metode tabung dilakukan menggunakan sampel darah vena yang dialirkan ke dalam 4 tabung masing-masing 1 mL, lalu tabung dimiringkan setiap 30 detik secara perlahan-lahan dan diamati pembekuan yang terjadi. Clotting time dihitung dari rerata clotting time tabung kedua, ketiga dan keempat. Adapun metode Duke dilakukan menggunakan sampel darah kapiler (pada ujung jari atau anak daun telinga) yang dimasukkan ke dalam tabung kapiler, lalu tabung kapiler dipatahkan per 1 cm setiap 30 detik. Clotting time dihitung saat terlihatnya benang fibrin pada patahan tabung kapiler.
Hasil CT menjadi ukuran aktivitas faktor koagulasi, terutama faktor yang membentuk tromboplastin, faktor yang berasal dari trombosit, serta kadar fibrinogen. Namun, pemeriksaan CT diketahui memiliki sensitivitas dan spesifisitas diagnostik yang rendah, serta kemaknaan klinis yang kurang baik.