Vitamin A (retinol) merupakan vitamin larut lemak yang berperan dalam penglihatan, diferensiasi sel, serta regulasi sistem imun. Defisiensi vitamin A dapat menyebabkan gejala serius seperti nyctalopia, kerusakan jaringan epitel, serta peningkatan kerentanan terhadap infeksi, terutama pada anak-anak dan ibu hamil. Sementara itu, kelebihan vitamin A dapat menyebabkan toksisitas yang dapat menimbulkan gejala pusing, mual dan kerusakan hati.
Vitamin E (tokoferol) merupakan vitamin larut lemak yang berperan sebagai antioksidan, serta berperan dalam regulasi sistem imun dan kesehatan kulit. Defisiensi vitamin E jarang terjadi, namun dapat menyebabkan neuropati perifer, miopati, serta gangguan fungsi imun. Sementara itu, kelebihan vitamin E dapat mengganggu proses pembekuan darah dan meningkatkan risiko perdarahan.
Pemeriksaan vitamin A dan E dalam darah digunakan untuk diagnosis defisiensi vitamin, pemantauan terapi, serta penilaian status nutrisi secara keseluruhan. Selain itu, pemeriksaan vitamin A dan E dapat membantu untuk menilai kondisi medis tertentu yang memengaruhi penyerapan vitamin dalam tubuh seperti penyakit liver, sindrom malabsorpsi, serta beberapa gangguan gastrointestinal lainnya.
Vitamin A & E
Deskripsi
Catatan Tes
–
Persiapan Tes
– Riwayat pola diet
– Riwayat konsumsi suplemen vitamin A dan E”
Puasa 8 – 12 jam
Serum
– Riwayat konsumsi suplemen vitamin A dan E”
Puasa 8 – 12 jam
Serum
TES LABORATORIUM
Tes Terkait
Jelajahi tes terkait dalam kategori non-laboratorium untuk mendukung diagnosis dan perawatan kesehatan Anda secara lebih menyeluruh.