Urea merupakan produk akhir utama dari proses metabolisme protein. Ketika tubuh mengonsumsi protein, protein dipecah menjadi asam amino. Asam amino yang tidak diperlukan untuk sintesis protein akan mengalami proses deaminasi dan menghasilkan amonia (NH3) yang sangat toksik bagi tubuh. Melalui siklus urea di hati, amonia diubah menjadi nitrogen yang tidak toksik bagi tubuh yaitu dalam bentuk urea dan dapat dilepaskan ke dalam aliran darah. Urea kemudian dibawa ke ginjal untuk disaring dari darah dan akan dikeluarkan dari tubuh melalui urin.
Pemeriksaan Urea N membantu menilai fungsi ginjal. Peningkatan konsentrasi Urea N dapat disebabkan oleh filtrasi ginjal menurun atau penurunan fungsi ginjal lainnya, dehidrasi, perdarahan gastrointrstinal, dan diet tinggi protein. Konsentrasi urea dapat menurun pada kondisi kelaparan, diet rendah protein, atau karena penyakit hati.
Urea N
Deskripsi
Catatan Tes
Sentrifus sampel yang mengandung endapan sebelum pengujian.
Persiapan Tes
Serum, plasma (K2-EDTA atau Li-Heparin)
1 mL
Stabilitas serum/plasma:
15 ‑ 25 °C = 7 hari
2 ‑ 8 °C = 7 hari
-20 °C = 1 tahun
1 mL
Stabilitas serum/plasma:
15 ‑ 25 °C = 7 hari
2 ‑ 8 °C = 7 hari
-20 °C = 1 tahun
TES LABORATORIUM
Tes Terkait
Jelajahi tes terkait dalam kategori non-laboratorium untuk mendukung diagnosis dan perawatan kesehatan Anda secara lebih menyeluruh.