TSHs

Deskripsi

Thyroid-stimulating hormone (TSH) merupakan hormon yang disintesis oleh kelenjar pituitari anterior melalui stimulasi thyrotropin-releasing hormone (TRH) dari hipotalamus. TSH berfungsi untuk menstimulasi produksi hormon tiroid triiodothyronine (T3) dan thyroxine (T4). Kadar TSH dalam darah dikontrol oleh hormon tiroid T3 dan T4 melalui mekanisme umpan balik negatif. Kadar TSH akan meningkat jika kadar hormon tiroid rendah dan kadar TSH akan menurun jika kadar hormon tiroid tinggi.

Pemeriksaan TSH sering digunakan sebagai skrining lini pertama untuk mendeteksi gangguan tiroid. Pemeriksaan TSH juga umum dilakukan bersama FT4 dan T3 untuk mengevaluasi fungsi tiroid secara lebih komprehensif (eutiroid, hipotiroid, hipertiroid). Kombinasi TSH dan FT4 berguna untuk diagnosis hipotiroid (hipotiroid primer, hipotiroid subklinis, hipotiroid sentral), sedangkan kombinasi TSH dan T3 berguna untuk diagnosis hipertiroid (hipertiroid primer, hipertiroid subklinis, hipertiroid yang dimediasi TSH).

Selain itu, pemeriksaan TSH digunakan untuk pemantauan terapi, dimana dosis obat disesuaikan berdasarkan kadar TSH. Adapun pemeriksaan TSH serum juga digunakan sebagai konfirmasi kadar TSH Dried Blood Spot (DBS) yang rendah untuk menegakkan diagnosis hipotiroid kongenital pada pasien neonatus.

Catatan Tes

– Beku cair ulang hanya sekali
– Sampel sebaiknya diambil pada pagi hari untuk menghindari fluktuasi kadar TSH di siang hari.”

Persiapan Tes

– Riwayat konsumsi obat tiroid (seperti levothyroxine)
– Riwayat penggunaan yodium (seperti kontras radiologi) jika diketahui”

Serum
1 mL
2 ‑ 8 °C = 14 hari

TES LABORATORIUM

Tes Terkait

Jelajahi tes terkait dalam kategori non-laboratorium untuk mendukung diagnosis dan perawatan kesehatan Anda secara lebih menyeluruh.
Scroll to Top
Open chat
Halo sobat Diagnos 👋
ada yang bisa kami bantu ?