Thyroid-stimulating hormone (TSH) merupakan hormon yang disintesis oleh kelenjar pituitari anterior melalui stimulasi thyrotropin-releasing hormone (TRH) dari hipotalamus. TSH berfungsi untuk menstimulasi produksi hormon tiroid triiodothyronine (T3) dan thyroxine (T4). Kadar TSH dalam darah dikontrol oleh hormon tiroid T3 dan T4 melalui mekanisme umpan balik negatif. Kadar TSH akan meningkat jika kadar hormon tiroid rendah dan kadar TSH akan menurun jika kadar hormon tiroid tinggi.
Pemeriksaan TSH sering digunakan sebagai skrining lini pertama untuk mendeteksi gangguan tiroid. Pemeriksaan TSH juga umum dilakukan bersama FT4 dan T3 untuk mengevaluasi fungsi tiroid secara lebih komprehensif (eutiroid, hipotiroid, hipertiroid). Kombinasi TSH dan FT4 berguna untuk diagnosis hipotiroid (hipotiroid primer, hipotiroid subklinis, hipotiroid sentral), sedangkan kombinasi TSH dan T3 berguna untuk diagnosis hipertiroid (hipertiroid primer, hipertiroid subklinis, hipertiroid yang dimediasi TSH).
Selain itu, pemeriksaan TSH digunakan untuk pemantauan terapi, dimana dosis obat disesuaikan berdasarkan kadar TSH. Adapun pemeriksaan TSH serum juga digunakan sebagai konfirmasi kadar TSH Dried Blood Spot (DBS) yang rendah untuk menegakkan diagnosis hipotiroid kongenital pada pasien neonatus.