ROMA (Risk of Ovarian Malignancy Algorithm) adalah alat diagnostik yang digunakan untuk mengevaluasi risiko keganasan ovarium pada wanita yang mengalami gejala terkait dan memiliki hasil pemeriksaan ultrasonografi ovarium yang mencurigakan. ROMA menggabungkan dua biomarker, yaitu Human Epididymis Protein 4 (HE4) dan Carcinoembryonic Antigen (CA-125), untuk memberikan penilaian risiko yang lebih akurat dalam mendeteksi kanker ovarium.
ROMA menghitung rasio antara HE4 dan CA-125 untuk menentukan risiko keganasan:
- Rasio ROMA yang tinggi menunjukkan risiko lebih besar untuk kanker ovarium, sementara rasio yang rendah dapat menunjukkan kemungkinan kanker yang lebih kecil.
- ROMA dapat digunakan sebagai panduan untuk memutuskan apakah seorang pasien perlu menjalani biopsi atau intervensi lebih lanjut.
Keuntungan penggunaan ROMA meliputi:
- Deteksi dini: Membantu dalam identifikasi kanker ovarium lebih awal pada wanita dengan gejala yang mencurigakan.
- Pemantauan: Dapat digunakan untuk memantau respons terhadap terapi pada pasien dengan kanker ovarium yang sudah terdiagnosis.