Rubella dapat ditularkan melalui percikan air liur (droplet) yang menginfeksi saluran pernapasan. Rubella lebih dikenal sebagai “”campak Jerman”” atau “”three-day measles”” karena memiliki gejala yang biasanya ringan dan berdurasi singkat pada orang dewasa. Namun, infeksi Rubella selama kehamilan dapat menyebabkan sindrom rubella kongenital (Congenital Rubella Syndrome, CRS), yang dapat mengakibatkan cacat lahir serius seperti tuli, kebutaan, penyakit jantung bawaan, dan keterbelakangan mental.
Virus memasuki tubuh melalui saluran pernapasan dan akan bereplikasi di sel epitel saluran pernapasan atas, kemudian masuk ke aliran darah dan menyebar ke seluruh tubuh (viremia). Periode inkubasi sekitar 14-21 hari. Orang yang terinfeksi dapat menulari orang lain sejak 7 hari sebelum hingga 7 hari setelah munculnya ruam.
Tes PCR Rubella digunakan untuk mendeteksi RNA virus Rubella dalam sampel klinis. Tes ini sangat sensitif untuk mendeteksi virus pada pasien dengan dugaan infeksi akut atau pada wanita hamil untuk meminimalkan risiko CRS.