Herpes Simplex Virus (HSV) terdiri dari dua tipe utama: HSV-1 dan HSV-2. HSV-1 biasanya terkait dengan infeksi orolabial, sedangkan HSV-2 lebih sering menyebabkan infeksi genital. HSV mampu menginfeksi berbagai jenis sel, terutama sel epitel, fibroblas, dan neuron. Setelah infeksi akut, HSV dapat menetap dalam keadaan laten di neuron sensorik terutama di ganglia saraf. Virus dapat bereaktivasi di bawah kondisi tertentu, seperti penurunan sistem kekebalan tubuh atau stres. Selama reaktivasi, virus meninggalkan ganglia saraf dan beralih ke sel epitel atau mukosa untuk memulai siklus infeksi baru. HSV ditularkan melalui kontak langsung dengan lesi aktif atau cairan tubuh yang terinfeksi dan melaui penularan dari ibu yang memiliki infeksi genital aktif ke bayi selama persalinan.
Pemeriksaan PCR HSV digunakan untuk mendeteksi keberadaan DNA HSV dalam sampel klinis, memungkinkan pengukuran viral load yang memberikan gambaran mengenai tingkat replikasi virus. Metode ini sangat sensitif dan digunakan untuk mendiagnosis infeksi HSV aktif, baik infeksi primer maupun reaktivasi, serta memantau respons terhadap terapi antivirus. Pemeriksaan ini sangat penting dalam populasi berisiko tinggi seperti pasien dengan imunosupresi, transplantasi organ, dan bayi baru lahir yang terinfeksi HSV.