Trace elements merupakan elemen-elemen mineral yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah kecil, namun sangat penting untuk berbagai fungsi biologis seperti proses metabolisme, aktivitas enzim, serta regulasi oksidasi-reduksi. Defisiensi atau kelebihan trace elements dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang serius.
Pemeriksaan trace elements umum digunakan untuk evaluasi kondisi klinis yang berkaitan defisiensi atau toksisitas trace elements dalam tubuh, seperti malabsorpsi, gangguan metabolik, serta keracunan logam berat. Pemeriksaan trace elements juga dapat dilakukan untuk pemantauan paparan lingkungan atau kerja terhadap logam berat.
Trace elements yang periksa dalam panel pemeriksaan ini meliputi seng (Zn), selenium (Se), mangan (Mn), tembaga (Cu), besi (Fe), kobalt (Co), vanadium (V), kromium (Cr), molibdenum (Mo), merkuri (Hg), serta timbal (Pb). Adapun Hg dan Pb diketahui bersifat sangat toksik bagi tubuh yang dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf, ginjal, serta kardiovaskular.