Gondongan (mumps) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dari genus Paramyxovirus, yang terutama menyerang kelenjar parotis, namun juga dapat mempengaruhi organ-organ lain seperti pankreas, testis, ovarium, dan sistem saraf pusat. Penyakit ini menyebar melalui droplet pernapasan dan menyebabkan gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, serta pembengkakan kelenjar ludah. Pada beberapa kasus, komplikasi yang lebih serius seperti meningitis aseptik, orkitis pada pria, dan ooforitis pada wanita dapat terjadi.
Pemeriksaan Mumps IgG Antibodies digunakan untuk mendeteksi antibodi IgG terhadap virus gondongan dalam tubuh. Antibodi IgG biasanya terbentuk setelah infeksi primer atau vaksinasi, dan bertahan seumur hidup, memberikan kekebalan terhadap infeksi ulang. Tes ini sangat penting untuk mengevaluasi status kekebalan individu, terutama pada populasi yang berisiko tinggi seperti tenaga kesehatan, individu yang tinggal di lingkungan tertutup, serta pasien yang akan menjalani transplantasi organ. Adanya antibodi IgG menunjukkan bahwa individu tersebut memiliki imunitas terhadap gondongan, baik melalui infeksi alami maupun vaksinasi. Sebaliknya, jika antibodi tidak terdeteksi atau kadarnya rendah, individu tersebut berisiko terinfeksi jika terpapar virus gondongan.
Mumps IgG Antibodies
Deskripsi
Catatan Tes
Sampel diproses dan disimpan sesuai dengan kondisi stabilitas yang telah ditentukan untuk mendapatkan hasil yang akurat
Persiapan Tes
– Riwayat vaksinasi gondongan atau infeksi sebelumnya harus dicatat.
– Informasi apakah pasien mengalami gejala gondongan baru-baru ini, terutama jika ada pembengkakan kelenjar parotis atau demam.
Serum
1-2 mL
2–8°C = 9 hari
– Informasi apakah pasien mengalami gejala gondongan baru-baru ini, terutama jika ada pembengkakan kelenjar parotis atau demam.
Serum
1-2 mL
2–8°C = 9 hari
TES LABORATORIUM
Tes Terkait
Jelajahi tes terkait dalam kategori non-laboratorium untuk mendukung diagnosis dan perawatan kesehatan Anda secara lebih menyeluruh.