Kortisol

Deskripsi

Kortisol adalah hormon glukokortikoid yang diproduksi oleh korteks adrenal sebagai respons terhadap stimulasi oleh hormon Adrenocorticotropic Hormone (ACTH) dari kelenjar pituitari anterior. Kortisol memainkan peran penting dalam metabolisme glukosa, pengaturan tekanan darah, respons stres, serta modulasi sistem kekebalan tubuh. Produksi kortisol mengikuti ritme sirkadian, dengan kadar tertinggi pada pagi hari dan terendah pada malam hari.

Pemeriksaan kortisol secara klinis digunakan untuk:

  • Diagnosis sindrom Cushing: Kadar kortisol yang tinggi dapat mengindikasikan adanya hiperkortisolisme, yang dapat disebabkan oleh tumor adrenal, penyakit Cushing (hipersekresi ACTH), atau penggunaan kortikosteroid eksogen.
  • Evaluasi insufisiensi adrenal: Kadar kortisol yang rendah, terutama pada pagi hari, dapat mengindikasikan insufisiensi adrenal, baik primer (penyakit Addison) atau sekunder (gangguan pituitari atau hipotalamus).
  • Pemantauan terapi hormon pada pasien yang menerima pengobatan dengan kortikosteroid atau terapi penggantian hormon adrenal.

Catatan Tes

Persiapan Tes

Pemeriksaan kortisol digunakan secara klinis untuk:
– Diagnosis sindrom Cushing: Kadar kortisol tinggi dapat menunjukkan hiperkortisolisme, yang bisa disebabkan oleh tumor adrenal, penyakit Cushing (hipersekresi ACTH), atau penggunaan kortikosteroid.
– Evaluasi insufisiensi adrenal: Kadar kortisol rendah, terutama di pagi hari, bisa menunjukkan insufisiensi adrenal, baik primer (penyakit Addison) atau sekunder (masalah di kelenjar pituitari atau hipotalamus).
– Pemantauan terapi hormon: Pemeriksaan ini penting untuk pasien yang menerima pengobatan dengan kortikosteroid atau terapi penggantian hormon adrenal.

TES LABORATORIUM

Tes Terkait

Jelajahi tes terkait dalam kategori non-laboratorium untuk mendukung diagnosis dan perawatan kesehatan Anda secara lebih menyeluruh.
Scroll to Top
Open chat
Halo sobat Diagnos 👋
ada yang bisa kami bantu ?