Immunoglobulin G (IgG) merupakan immunoglobulin dengan berat molekul sekitar 150 kDa yang merepresentasikan 70 – 75% dari total Ig dalam sirkulasi darah. IgG terdiri dari 4 subkelas yaitu IgG1, IgG2, IgG3 dan IgG4. IgG memiliki peran penting dalam netralisasi toksin, pengurangan infektivitas virus, serta opsonisasi bakteri. IgG menjadi satu-satunya imunoglobulin yang dapat melewati plasenta (IgG maternal), sehingga memberikan imunitas pasif kepada janin dan neonatus.
Peningkatan kadar IgG poliklonal dapat terjadi pada infeksi, serta kondisi inflamasi kronis (SLE, cystic fibrosis, sirosis, hepatitis autoimun). Peningkatan kadar IgG monoklonal dapat ditemukan pada penyakit limfoproliferatif sel B seperti multiple myeloma.
Penurunan kadar IgG dapat disebabkan oleh penurunan sintesis, degradasi molekul, hiperkatabolisme, atau kombinasi penyebab lainnya. Defisiensi IgG dapat terjadi pada sindorm imunodefisiensi (kongenital atau didapat), serta keganasan hematologi.
Selain itu, IgG juga dapat terdeteksi dalam cairan serebrospinal (CSF) dan urin. Kadar IgG dalam CSF dapat digunakan untuk evaluasi keganasan neurologis dan infeksi sistem saraf pusat, sedangkan kadar IgG dalam urin dapat digunakan untuk evaluasi glomerular proteinuria selektif dan non-selektif.