Triiodothyronine (T3) merupakan hormon tiroid yang diproduksi melalui 2 mekanisme yaitu sekresi langsung dari kelenjar tiroid sebanyak 20%, serta konversi hormon T4 menjadi T3 (deiodinasi) pada jaringan perifer. Dalam sirkulasi darah, sebagian besar T3 terikat dengan thyroid-binding globulin dan albumin, serta sebagian kecil (0.3%) berada dalam bentuk aktif yang tidak terikat protein atau disebut free T3 (FT3).
Umumnya parameter FT3 tidak diperlukan untuk evaluasi hipertiroid, terutama pada pasien toksikosis T3, karena kadar T3 total dianggap reliabel dan memberikan kemaknaan klinis yang sangat baik. Namun, pemeriksaan FT3 dapat diperlukan untuk mengevaluasi kondisi-kondisi khusus, seperti pasien eutiroid klinis dengan kondisi hamil dan disalbuminemia, dimana terdapat perubahan distribusi binding protein dalam darah.