Fecal Calprotectin

Deskripsi

Calprotectin adalah protein yang ditemukan dalam neutrofil dan monosit, dan berfungsi sebagai indikator peradangan dalam tubuh. Pengukuran fecal calprotectin (calprotectin feses) digunakan untuk mengevaluasi adanya peradangan di saluran pencernaan, terutama pada kondisi seperti kolitis ulserativa, penyakit Crohn, dan gastroenteritis.

Peningkatan kadar calprotectin dalam feses sering kali menunjukkan adanya peradangan, yang dapat membantu membedakan antara kondisi inflamasi usus (IBD) dan gangguan non-inflamasi, seperti irritable bowel syndrome (IBS). Pengujian calprotectin feses menjadi alat diagnostik yang berguna untuk memantau aktivitas penyakit dan respons terhadap pengobatan.

Catatan Tes

– Pasien sebaiknya menghindari penggunaan suplemen yang mengandung zat besi, serta obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID) dalam beberapa hari sebelum pengambilan sampel untuk mengurangi kemungkinan hasil yang dipengaruhi oleh faktor eksternal.

– Biarkan sampel yang beku dapat mencair perlahan (sebaiknya pada suhu 2-8°C) dan tunggu hingga mencapai suhu ruang sebelum dianalisis. Hindari pembekuan dan pencairan sampel berulang kali. Pembekuan dapat menyebabkan granulosit neutrofil dalam sampel tinja pecah dan melepaskan calprotectin. Oleh karena itu, sampel beku diperkirakan mengandung konsentrasi calprotectin yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan sampel segar.

– Aditif kimia atau biologis dalam tabung sampel tinja dapat mengganggu IDK® Cal-protectin. Oleh karena itu, gunakan hanya tabung kosong tanpa tambahan zat kimia lain.

Persiapan Tes

Feses
Feses cair 1-2 ml, feses padat 1-2 gram
Feses sebelum diekstraksi:
20-25°C = 2 hari
2-8°C= 2 hari
-20°C = 1 tahun

Feses hasil ekstraksi: stabil selama 9 hari pada suhu 20-25°C, 2-8°C atau -20°C.

TES LABORATORIUM

Tes Terkait

Jelajahi tes terkait dalam kategori non-laboratorium untuk mendukung diagnosis dan perawatan kesehatan Anda secara lebih menyeluruh.
Scroll to Top
Open chat
Halo sobat Diagnos 👋
ada yang bisa kami bantu ?