Faktor VIII

Deskripsi

Faktor VIII merupakan protein yang disintesis oleh liver dan berikatan dengan von Willebrand Factor (vWF) untuk terlibat dalam proses koagulasi melalui jalur intrinsik. Defisiensi faktor VIII diketahui dapat menyebabkan perdarahan. Salah satunya hemofilia A kongenital yang disebabkan oleh mutasi X-linked resesif atau mutasi sporadik. Berdasarkan penurunan aktivitas faktor VIII, derajat keparahan hemofilia A terbagi 3 yaitu severe (< 1%), moderate (1 – 5%) dan mild (5 – 50%). Hemofilia A kongenital umumnya dialami laki-laki, namun juga dapat dialami perempuan akibat compound heterozygosity atau skewed lyonization. Sebagian kecil kasus hemofilia A kongenital dapat berasosiasi dengan defisiensi faktor V. Selain hemofilia A kongenital, penurunan faktor VIII juga dapat terjadi pada hemofilia A acquired dan von Willebrand Disease (VWD). Hemofilia A acquired dapat terjadi karena adanya autoantibodi inhibitor faktor VIII yang berasosiasi dengan kondisi postpartum, malignansi, autoimun, serta reaksi obat (klopidogrel, alemtuzumab). Adapun aktivitas faktor VIII dapat meningkat pada kondisi penyakit liver, stress, terapi estrogen, dsb.

Pemeriksaan faktor VIII digunakan untuk diagnosis hemofilia A (kongenital dan acquired), skrining VWD, serta pemantauan terapi faktor VIII. Kondisi defisiensi faktor VIII umumnya menunjukkan hasil APTT yang memanjang. Pemanjangan APTT yang tidak terkoreksi mixing test dapat terjadi pada hemofilia A kongenital, sedangkan pemanjangan APTT yang terkoreksi mixing test dapat terjadi pada hemofilia A acquired. Adapun pemeriksaan mutasi genetik F8 dapat digunakan untuk identifikasi carrier dan konfirmasi hemofilia A kongenital, sedangkan Bethesda assay dilakukan untuk menentukan kadar titer inhibitor pada hemofilia A acquired. Pemeriksaan faktor VIII umumnya dilakukan bersama dengan faktor IX untuk membedakan hemofilia A dan hemofilia B. Pemeriksaaan vWF dapat diperlukan untuk mendiskriminasi hemofilia A dari VWD.

Catatan Tes

– Hindari trauma saat proses pengambilan sampel.
– Whole blood harus tepat memenuhi batas volume tabung Na sitrat 3.2%, kemudian homogenisasi dengan cara membolak-balikkan tabung (inverting) sebanyak 5-6 kali, serta tidak boleh ada bekuan.
– Whole blood harus disentrifugasi segera setelah pengambilan sampel untuk dipisahkan plasmanya.
– Plasma yang digunakan adalah Platelet-Poor Plasma (PPP).
– Plasma tidak direkomendasikan disimpan pada suhu 2 ‑ 8 °C.

Persiapan Tes

– Riwayat hemofilia atau perdarahan pada keluarga jika diketahui
– Riwayat perdarahan pada individu pasien jika diketahui
– Riwayat konsumsi obat, nama obat, dosis obat

Plasma Na sitrat 3.2%
1 – 2 mL, sesuai batas tabung
Segera setelah pengambilan darah

TES LABORATORIUM

Tes Terkait

Jelajahi tes terkait dalam kategori non-laboratorium untuk mendukung diagnosis dan perawatan kesehatan Anda secara lebih menyeluruh.
Scroll to Top
Open chat
Halo sobat Diagnos 👋
ada yang bisa kami bantu ?