Elektrolit darah, termasuk natrium (Na⁺), kalium (K⁺), dan klorida (Cl⁻), adalah ion penting yang mengatur keseimbangan cairan tubuh, fungsi otot dan saraf, serta keseimbangan asam-basa. Natrium bertanggung jawab atas pengaturan volume cairan ekstraseluler dan tekanan darah, sedangkan kalium berperan dalam fungsi otot, terutama jantung. Klorida, bersama natrium, membantu menjaga keseimbangan osmotik dan pH darah.
Pemeriksaan kadar elektrolit darah digunakan untuk mendiagnosis gangguan elektrolit seperti hiponatremia, hiperkalemia, dan hiperkloremia, serta untuk memantau pasien dengan gangguan ginjal, jantung, atau yang menjalani terapi diuretik. Tes ini juga penting untuk menilai kondisi kritis seperti dehidrasi, gagal ginjal, dan gangguan metabolik lainnya.