Dehydroepiandrosterone sulfate (DHEA-S) adalah bentuk sulfat dari dehydroepiandrosterone (DHEA), yang diproduksi terutama oleh korteks adrenal dan dalam jumlah kecil di ovarium dan testis. DHEA-S berfungsi sebagai prekursor untuk hormon androgen dan estrogen, serta terlibat dalam pengaturan berbagai proses fisiologis seperti perkembangan seksual, metabolisme, dan fungsi kekebalan tubuh. Kadar DHEA-S relatif stabil dibandingkan hormon steroid lainnya karena tidak mengalami variasi harian yang signifikan.
Kadar DHEA-S mencapai puncaknya pada usia dewasa muda dan mulai menurun secara bertahap seiring bertambahnya usia. Peningkatan kadar DHEA-S dapat mengindikasikan hiperaktivitas adrenal, sementara kadar yang rendah sering berhubungan dengan insufisiensi adrenal atau hipopituitarisme.
Pemeriksaan DHEA-S secara klinis digunakan untuk:
- Diagnosis hiperandrogenisme, seperti pada kondisi hirsutisme, acne, dan alopecia androgenetik pada wanita.
- Evaluasi gangguan adrenal, termasuk hiperplasia adrenal kongenital (CAH) dan tumor adrenal.
- Penilaian disfungsi reproduksi pada kondisi seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS), di mana kadar DHEA-S sering meningkat.
- Menilai insufisiensi adrenal yang dapat terjadi akibat penyakit Addison atau hipopituitarisme.
DHEA-S juga penting dalam pemantauan terapi hormon dan kondisi yang berhubungan dengan keseimbangan androgen, seperti pada pasien dengan gangguan metabolik atau perubahan karakteristik seksual sekunder.