D-Dimer merupakan produk degradasi bekuan fibrin pada proses fibrinolisis. Pemeriksaan D-Dimer digunakan untuk mengevaluasi Venous Thromboembolism (VTE) yang terdiri dari Deep Vein Thrombosis (DVT) dan Pulmonary Embolism (PE), serta membantu diagnosis Disseminated Intravascular Coagulation (DIC). Kadar D-Dimer dapat meningkat secara signifikan sekitar 8 kali lipat pada pasien DVT dan PE. Namun, peningkatan kadar D-Dimer memerlukan evaluasi lebih lanjut karena D-Dimer merupakan reaktan fase akut yang kadarnya juga dapat meningkat pada infeksi berat, keganasan, infark miokard, stroke, gagal jantung, penyakit liver, gagal ginjal, serta inflamasi akut dan kronik lainnya. Adapun kadar D-Dimer normal dapat langsung mengeksklusi kemungkinan DVT dan PE.
D-Dimer
Deskripsi
Catatan Tes
– Whole blood harus tepat memenuhi batas volume tabung Na sitrat 3.2%, kemudian homogenisasi dengan cara membolak-balikkan tabung (inverting) sebanyak 5-6 kali, serta tidak boleh ada bekuan.
– Whole blood harus disentrifugasi segera setelah pengambilan sampel untuk dipisahkan plasmanya.
– Plasma yang digunakan adalah Platelet-Poor Plasma (PPP).
– Whole blood harus disentrifugasi segera setelah pengambilan sampel untuk dipisahkan plasmanya.
– Plasma yang digunakan adalah Platelet-Poor Plasma (PPP).
Persiapan Tes
Plasma Na sitrat 3.2%
1 – 2 mL, sesuai batas tabung
20 ‑ 25 °C = 8 jam
1 – 2 mL, sesuai batas tabung
20 ‑ 25 °C = 8 jam
TES LABORATORIUM
Tes Terkait
Jelajahi tes terkait dalam kategori non-laboratorium untuk mendukung diagnosis dan perawatan kesehatan Anda secara lebih menyeluruh.