Bilirubin adalah produk pemecahan hemoglobin yang dihasilkan dari degradasi sel darah merah. Pada neonatus, kadar bilirubin sering meningkat akibat proses fisiologis yang normal, yang dikenal sebagai ikterus neonatal. Ini biasanya terjadi karena ketidakmatangan hati yang memengaruhi kemampuan bayi untuk mengkonjugasi dan mengeluarkan bilirubin dari tubuh. Terdapat dua bentuk bilirubin: bilirubin tidak terkonjugasi (tidak larut dalam air) dan bilirubin terkonjugasi (larut dalam air).
Pemeriksaan bilirubin neonatal digunakan untuk menilai tingkat keparahan ikterus dan mendeteksi kemungkinan gangguan yang lebih serius, seperti penyakit hemolitik atau infeksi. Tingginya kadar bilirubin tidak terkonjugasi dapat menyebabkan keracunan bilirubin, yang berpotensi berbahaya bagi otak bayi (kernicterus). Oleh karena itu, pemantauan kadar bilirubin sangat penting dalam perawatan neonatal.