Asam folat (folat / vitamin B9) merupakan vitamin larut air yang diperoleh dari asupan makanan atau suplemen. Folat berperan penting dalam eritropoiesis, sintesis asam nukleat dan metabolisme asam amino esensial. Kebutuhan folat diketahui meningkat pada kondisi kehamilan, sehingga rentan mengalami defisiensi folat yang dapat meningkatkan risiko anemia dan preeklampsia pada ibu hamil, serta neural tube defect pada janin. Selain ibu hamil, defisiensi folat juga dapat dialami oleh pecandu alkohol dan pasien neuropsikiatri. Adapun beberapa faktor yang menyebabkan defisiensi folat meliputi kekurangan asupan suplemen folat, malabsorpsi intestinal, penyakit liver, kelainan metabolik bawaan, dsb.
Pemeriksaan folat bertujuan untuk mengukur kadar folat dalam darah. Kadar folat > 4 ng/mL diketahui normal, kadar folat < 2 ng/mL terkonfirmasi defisiensi folat, kadar folat 2 – 4 ng/mL dinyatakan sebagai borderline. Umumnya pemeriksaan folat dikerjakan bersama dengan vitamin B12 untuk mendiskriminasi defisiensi folat dari defisiensi vitamin B12. Defisiensi folat dan vitamin B12 diketahui memiliki temuan klinis serupa berupa anemia makrositik / megaloblastik dan hypersegmented neutrophils. Apabila diperoleh kadar folat borderline, maka perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan methylmalonic acid (MMA) dan homosistein. Defisiensi folat terkonfirmasi apabila kadar vitamin B12 dan MMA normal, serta kadar homosistein meningkat.