Heparin merupakan salah satu senyawa sulphated glycosaminoglycan yang sering digunakan untuk terapi antikoagulan. Heparin bekerja dengan cara meningkatkan aktivitas inhibitor antithrombin III (AT III), serta menginaktivasi thrombin, faktor Xa dan beberapa faktor koagulasi lainnya. Heparin tidak ditemukan dalam plasma normal.
Pemantauan terapi heparin (terutama unfractionated heparin) biasa dilakukan melalui pemeriksaan APTT yang terlihat dari pemanjangan APTT. Sementara itu, pemeriksaan anti-Xa dapat digunakan untuk pemantauan terapi low-molecular-weight heparin (LMWH) karena sensitivitas APTT yang menurun. Adapun pemeriksaan anti-Xa juga dapat direkomendasikan untuk pemantauan terapi unfractionated heparin, apabila dosis yang diperlukan untuk mencapai target pemanjangan APTT ternyata lebih tinggi (> 50%) dari yang diharapkan. Hasil anti-Xa di atas therapeutic range (supratherapeutic) mengindikasikan dosis heparin perlu dikurangi, sedangkan hasil anti-Xa di bawah therapeutic range (subtherapeutic) mengindikasikan dosis heparin perlu ditingkatkan. Pemeriksaan hitung trombosit juga diperlukan dalam pemantauan terapi LMWH atau unfractionated heparin untuk mendeteksi kemungkinan heparin-induced thrombocytopenia.
Pemeriksaan anti-Xa tidak dapat digunakan untuk monitoring terapi heparinoid “danaparoid”.