Virus rubella menyebar melalui droplet ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin. Setelah menginfeksi sel-sel inang, virus bereplikasi di sel-sel nasofaring, kemudian menyebar ke jaringan limfoid regional nasofaring dan saluran pernapasan atas. Viremia terjadi 5 hingga 7 hari setelah inokulasi, yang memungkinkan infeksi menyebar ke seluruh tubuh.
Infeksi virus Rubella umumnya ringan, tetapi dapat memiliki dampak serius terutama bagi wanita hamil dan janin yaitu dapat mengakibatkan keguguran, kematian janin, atau cacat lahir parah yang secara umum dikenal dengan congenital Rubella syndrome (CRS). Manifestasi umum CRS meliputi katarak, ketulian, penyakit jantung kongenital, dan eritropoiesis dermal.
Pemeriksaan Anti Rubella IgM digunakan untuk mendeteksi antibodi IgM spesifik Rubella yang dapat menjadi indikasi infeksi Rubella akut atau baru terjadi. Antibodi IgM spesifik rubella biasanya dapat dideteksi 4 hari setelah timbulnya ruam.
Anti Rubella IgM
Deskripsi
Catatan Tes
– Alat pengambilan sampel yang berisi antikoagulan cair memiliki efek pengenceran yang menghasilkan nilai yang lebih rendah.
– Sentrifus sampel yang berisi endapan dan sampel yang dicairkan sebelum melakukan pengujian.
– Sampel yang telah diinaktivasi dengan panas tidak dapat digunakan.
– Sampel tidak boleh diambil dari pasien yang menerima terapi dengan dosis biotin tinggi (yaitu > 5 mg/hari) hingga setidaknya 8 jam setelah pemberian biotin terakhir.
– Tidak ada gangguan yang diamati dari faktor rheumatoid hingga konsentrasi 6210 IU/mL.
– Dalam kasus yang jarang terjadi, streptavidin atau ruthenium dapat mengganggu hasil.
– Sentrifus sampel yang berisi endapan dan sampel yang dicairkan sebelum melakukan pengujian.
– Sampel yang telah diinaktivasi dengan panas tidak dapat digunakan.
– Sampel tidak boleh diambil dari pasien yang menerima terapi dengan dosis biotin tinggi (yaitu > 5 mg/hari) hingga setidaknya 8 jam setelah pemberian biotin terakhir.
– Tidak ada gangguan yang diamati dari faktor rheumatoid hingga konsentrasi 6210 IU/mL.
– Dalam kasus yang jarang terjadi, streptavidin atau ruthenium dapat mengganggu hasil.
Persiapan Tes
Serum atau plasma (Li-Heparin, Na-Heparin, K2/K3-EDTA, Na-citrat)
1 mL
Cobas:
20 ‑ 25 °C = 3 hari
2 ‑ 8 °C = 3 minggu
-20 °C = 3 bulan
1 mL
Cobas:
20 ‑ 25 °C = 3 hari
2 ‑ 8 °C = 3 minggu
-20 °C = 3 bulan
TES LABORATORIUM
Tes Terkait
Jelajahi tes terkait dalam kategori non-laboratorium untuk mendukung diagnosis dan perawatan kesehatan Anda secara lebih menyeluruh.