Anti Rubella IgG

Deskripsi

Virus rubella menyebar melalui droplet ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin. Setelah menginfeksi sel-sel inang, virus bereplikasi di sel-sel nasofaring, kemudian menyebar ke jaringan limfoid regional nasofaring dan saluran pernapasan atas. Viremia terjadi 5 hingga 7 hari setelah inokulasi, yang memungkinkan infeksi menyebar ke seluruh tubuh.

Infeksi virus Rubella umumnya ringan, tetapi dapat memiliki dampak serius terutama bagi wanita hamil dan janin yaitu dapat mengakibatkan keguguran, kematian janin, atau cacat lahir parah yang secara umum dikenal dengan congenital Rubella syndrome (CRS). Manifestasi umum CRS meliputi katarak, ketulian, penyakit jantung kongenital, dan eritropoiesis dermal.

Pemeriksaan Anti Rubella IgG digunakan untuk mendeteksi antibodi spesifik terhadap Rubella. Kehadiran antibodi IgG terhadap virus Rubella menunjukkan paparan yang pernah terjadi sebelumnya baik melalui vaksinasi atau infeksi Rubella dan merupakan indikasi kekebalan.

Catatan Tes

– Alat pengambilan sampel yang berisi antikoagulan cair memiliki efek pengenceran yang menghasilkan nilai yang lebih rendah.

– Sentrifus sampel yang berisi endapan dan sampel yang dicairkan sebelum melakukan pengujian.

– Sampel yang telah diinaktivasi dengan panas tidak dapat digunakan.

– Sampel tidak boleh diambil dari pasien yang menerima terapi dengan dosis biotin tinggi (yaitu > 5 mg/hari) hingga setidaknya 8 jam setelah pemberian biotin terakhir.

– Dalam kasus yang jarang terjadi, streptavidin atau ruthenium dapat mengganggu hasil.

Persiapan Tes

Riwayat konsumsi biotin

Serum atau plasma (Li-Heparin, Na-Heparin, K2/K3-EDTA, Na-citrat)
1 mL
Cobas:
20 ‑ 25 °C = 7 hari
2 ‑ 8 °C = 3 minggu
-20 °C = 3 bulan

TES LABORATORIUM

Tes Terkait

Jelajahi tes terkait dalam kategori non-laboratorium untuk mendukung diagnosis dan perawatan kesehatan Anda secara lebih menyeluruh.
Scroll to Top
Open chat
Halo sobat Diagnos 👋
ada yang bisa kami bantu ?