Jakarta – Tes genetik atau yang lebih sering dikenal dengan tes DNA merupakan suatu cara yang dapat mendeteksi perubahan gen dan kromosom.Melalui tes ini, seseorang mendapatkan informasi risiko genetik di berbagai kondisi kesehatan. Tak jarang, tes DNA membuat seseorang mengubah gaya hidupnya untuk mencapai tujuan kesehatan dan kebugaran mereka, termasuk pola diet.

Namun, tahukah bahwa ada satu tes yang dapat memberi informasi mengenai keunikan berdasarkan susunan gen miliknya?

Tes DNA merupakan suatu pemeriksaan genetik yang memberikan informasi tentang keunikan individu berdasarkan susunan gen yang dimilikinya. Pemeriksaan ini difokuskan kepada gaya hidup.

Biasanya tes ini dilakukan oleh para orangtua yang ingin mengetahui bakat dan minat yang dimiliki anaknya. Diharapkan melalui adanya tes DNA, anak bisa diarahkan sesuai minat dan bakat mereka.

“Perkembangan dari anak kita ke depannya, apalagi kalo berbicara tentang bunda kan pasti akan berkaitan ibu sama anak ya, kita sangat melihat bahwa anak-anak kita mestinya udah bisa kita (orang tua) mengerti tentang mereka potensialnya apa, ” ujar Dr dr Ivan R Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, MMIS, SpOG kepada detikcom, dalam agenda DNAandMe, Selasa (19/7/2022).

Lalu kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan DNA? Melalui kesempatan yang sama, dr Ivan menjelaskan waktu untuk pemeriksaan DNA berbeda-beda tergantung dengan tujuan individu.

Ada 3 waktu yang tepat untuk melakukan tes DNA.

1. Sebelum Hamil

Tes ini dapat dilakukan sebelum hamil melalui program bayi tabung. Program tersebut bisa membantu untuk mengetahui kromosom yang dimiliki oleh calon janin.

“Sebelum hamil, di program bayi tabung itu bisa ketahuan kromosomnya,” ucapnya.

2. Saat Hamil

Pemeriksaan DNA juga bisa dilakukan pada saat hamil melalui Noninvasive Prenatal Testing (NIPT). Tes ini dilakukan untuk mengetahui kelainan dalam kromosom.

“NIPT ini untuk mengetahui kelainan kromosom kayak down syndrome dan macem-macem,” jelasnya.

3. Saat Anak Lahir

Tes DNA yang dilakukan ketika anak sudah lahir, bukan lagi tentang kromosom tetapi untuk melihat potensi yang dimiliki anak tersebut. Tidak ada batasan umur anak untuk pemeriksaan ini tetapi disarankan ketika anak berusia 1 hingga 2 tahun.

Ketika anak sudah lahir, ada 3 genonik profile yang dapat dicari seperti kemampuan kognitif, motorik, dan daya belajar adaptif.

Tak hanya itu, tes DNA juga dapat melihat potensi-potensi seperti penyakit bawaan dan penyakit metabolik seperti tiroid. “Misal dia (anak) memiliki tendensi untuk punya keturunan diabetes atau dia punya risiko untuk penyakit metabolik itu banyak macem-macem ada tiroid dan lain-lain, itu bisa tuh diperiksa,” sambungnya.

Pakar gizi Alvin Hartanto menjelaskan metode tes DNA bisa memberikan informasi nutrisi yang dibutuhkan setiap orang. Hal ini membantu masyarakat yang kerap gagal diet dengan segala metode.
“Setiap orang itu memiliki berat dan bentuk badan berbeda sehingga tidak bisa disesuaikan dengan satu jenis produk yang sama. Bila produk itu sangat ajaib, tentu sudah tidak ada lagi orang obesitas di dunia ini,” terang dia.

“Biasanya bila berhasil dengan produk (diet) tertentu hanya sementara saja bukan permanen,” sambungnya.

Menurutnya, ada tes DNA praktis yang memungkinkan seseorang hanya membawa sampel air liur. Hasil tes DNA untuk diet nantinya akan memberikan pola makan hingga panduan olahraga.

sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-6194325/mengenal-tes-dna-untuk-tahu-minat-bakat-anak-hingga-pola-diet/2