Batam (gokepri.com) – PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk. (DGNS) menggelontorkan dana tak kurang dari Rp1 miliar untuk berekspansi dengan membuka cabang mandiri di Batam.

Dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM), investasi alat, serta berbagai hal yang berkaitan dengan perizinan gedung.

Selain di Batam, Diagnos berencana membuka cabang-cabang baru di seluruh Indonesia. Total dana yang digelontorkan mencapai Rp40 miliar.
Sementara cabang Batam ini merupakan cabang mandiri ke 6 yang dimiliki Diagnos, sekaligus merupakan tempat operasional ke-41 dan cabang ketujuh dibangun di tahun ini.

“Di tahun ini 2022 ini, Diagnos akan menambah 10 sampai dengan 20 jaringan outlet baru,” kata Direktur Utama Laboratorium Diagnos Mesha Rizal Sini, saat meresmikan cabang baru di kota Batam, Selasa 12 Juli 2022.

Batam dipilih oleh emiten yang melantai di pasar modal dengan kode DGNS ini, lantaran Batam memiliki letak yang sangat strategis. Selain berada di jalur pelayaran internasional, kota ini juga sangat dekat dengan Singapura dan Malaysia, yang merupakan pelabuhan besar dan menjadi pintu masuk atas barang-barang di kawasan asia.

Kota Batam sendiri sebagai kawasan ekonomi khusus, mengukuhkan dirinya sebagai kota transit yang memiliki banyak sekali investasi-investasi baik dari dalam dan luar negeri. Kota Batam juga dikenal sebagai kota dengan pendapatan per kapita tertinggi di Sumetera.

“Batam memiliki potensi pertumbuhan ekonomi dan pasar yang terus berkembang, dan sebagai kota yang menjadi tujuan transit atau pintu masuk dari Singapore maupun Malaysia, kami menyadari sekali bahwa potensi pasar yang ada di batam, bukan hanya dari internal masyarakat Batam saja tapi dari para expatriate dan pelancong yang berkunjung ke kota Batam,” jelas Direktur Utama Laboratorium Diagnos Mesha Rizal Sini.

Di Kota Batam, Diagnos mengincar perusahaan-perusahaan atau pabrik yang membutuhkan layanan Kesehatan medical checkup. Tak hanya itu, Diagnos menargetkan, menarget dua segmentasi target market kami, yaitu yang menengah keatas dan menengah kebawah dengan menyiapkan paket-paket pemeriksaan premium untuk pelanggan mengengah keatas, dan paket-paket pemeriksaan yang ramah dikantong untuk
pelanggan menengah kebawah.

Sama dengan cabang-cabang Diagnos di seluruh Indonesia, Diagnos di Batam mengedepankan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat, sekaligus mendekatkan diri kepada pasien. Adapun keunggulan Diagnos dalam hal penggunaan teknologi yang mutakhir, selain penggunaan mesin-mesin laboratorium yang berstandar international, juga menggunakan sistem LIS (Laboratory Informoation System) atau middleware yang berfungsi secara otomatis, membantu proses mesin-mesin mengerjakan sampel sehingga mempercepat proses.

“Kami meyakini kunci kesuksesan dalam industry laboratorium klinik merupakan, kecepatan dan ketepatan, dimana kami berpegang teguh dalam dua kunci tersebut dalam membangun lab kami. Disamping dua hal yang diatas, kami juga menerapkan harga yang menarik bagi para pelanggan kami, melalui economies of scale yang kami dapat peroleh dengan strategi pola jaringan (Hub & Spoke Model) yang sudah kami design dengan banyaknya jumlah outlet, cabang dan laboratorium yang dimiliki jejaring diagnos,” papar Mesha.

Sementara itu Walikota Batam Rudi menyambut baik investasi Diagnos di Batam. Dia mengatakan Batam sebagai kota yang memiliki nilai Investasi tinggi dimana semua yang menjadi daya tarik untuk investasi, maka dia laksanakan.

“Saya buka investasi di Batam ini, semoga investasi ramai di Batam dan agar banyak yang datang ke Diagnosa,” katanya.

sumber : https://gokepri.com/kucurkan-investasi-rp1-miliar-diagnos-ekspansi-ke-batam/