Selain ditopang pertumbuhan outlet yang masif hingga mencapai 36 pada tahun ini, DGNS mencatatkan pendapatan sumber pemeriksaan noncovid-19 meningkat sebesar Rp11 miliar atau 57,8% yoy menjadi Rp30 miliar pada kuartal I 2022 dari yang sebelumnya Rp19 miliar pada kuartal I 2021. Hal ini ditopang oleh jumlah tes noncovid-19 yang meningkat sebesar 41,3 % yoy dari sebelumnya 121 ribu tes menjadi 171 ribu tes. Pertumbuhan pemeriksaan noncovid-19 ini akan menjadi pilar pertumbuhan utama DGNS di era setelah pandemi covid-19.
Perusahaan juga terus melakukan inovasi dalam menyediakan layanan tes terbaik bagi para pelanggannya. Layanan medical checkup juga mencatat pertumbuhan 259,8% yoy menjadi 2.853 pemeriksaan dari yang sebelumnya hanya 779. Layanan ini diberikan langsung kepada pengguna maupun pelanggan korporasi yang membutuhkan checkup kesehatan selepas masa pandemi. Pertumbuhan sektor layanan pemeriksaan genomik juga menjadi salah satu pendapatan milik DGNS yang akan kembali bertumbuh di era ini ditandai dengan pertumbuhan 50% yoy di kuartal I 2022. Pada tahun ini, Corporate Secretary DGNS Fanfan Riksani mengatakan pihakny merencanakan membangun lab induk untuk menjadi sentral layanan pemeriksaan laboratorium klinis sebagai jawaban atas kebutuhan layanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat. “Di samping lab induk tersebut, induk usaha DGNS, PT Bundamedik Tbk (BMHS), bersama dengan PT Morulla Indonesia terus menumbuhkan jumlah rumah sakit dan klinik yang akan menyumbang positif pada pendapatan DGNS di masa depan.” (RO/OL-14)

Sumber: https://mediaindonesia.com/ekonomi/493090/laba-dgns-tumbuh-663-pada-kuartal-i