Jakarta Beritasatu.com – PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) kembali melebarkan sayap usahanya dengan membuka outlet di Jalan Dayang Sumbi Kota Bandung. Kali ini, Diagnos Laboratorium menggandeng Klinik Utama Ibu dan Anak Jasmine MQ Medika.

“Kehadiran Diagnos Laboratorium di Bandung akan menambah kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus wujud membantu pemerintah dalam pemerataan kesehatan di seluruh Indonesia dengan teknologi terdepan,” kata Direktur Utama Laboratorium Diagnos Mesha Rizal Sini dalam keterangan tertulisnya Rabu (17/11/2021).

Mesha mengatakan pembukaan laboratorium klinik baru ini diharapkan meningkatkan pendapatan terutama di Bandung dan sekitarnya. “Kami melihat Bandung merupakan potensi terbaik untuk mengembangkan laboratorium klinik. Dengan adanya Diagnos Laboratorium di sini, maka pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” kata dia.

Sementara Corporate Secretary Diagnos Laboratorium Utama, Fanfan Riksani mengatakan peresmian pembukaan cabang Diagnos Laboratorium di Bandung diramaikan dengan talk show tentang pentingnya pemeriksaan masa kehamilan dengan non-invasive prenatal test (NIPT) yakni pemeriksaan (screening) pada awal masa kehamilan (prenatal) yang dilakukan secara noninvasif untuk mendeteksi kemungkinan kelainan genetik pada janin.

Pada kesempatan yang sama VP Operasional Diagnos Laboratorium Utama Dilly Dwiasri, menyebutkan, pihaknya berkomitmen memperluas jaringan agar dapat melayani seluruh masyarakat Indonesia. Tahun ini, Diagnos Laboratorium sudah menambah outlet dengan bekerja sama klinik dan membangun satu outlet mandiri. Adapun nilai investasi yang dikucurkan untuk satu outlet sebesar Rp 2,5 miliar hingga Rp 3 miliar.

Bersamaan dengan ini, DGNS di bawah payung usaha PT Bundamedik Tbk (BMHS) sudah memiliki 29 jejaring laboratorium yang tersebar dari di Sumatera, Jawa, Bali dan Sulawesi. Hingga akhir 2022 mendatang, DGNS berencana menambah sebanyak enam cabang dan 20 outlet baru. Oleh sebab itu, perseroan berencana mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 41,7 miliar. Adapun sumber dana belanja modal tersebut berasal dari dana internal.

sumber : https://www.beritasatu.com/ekonomi/855135/diagnos-laboratorium-ekspansi-usaha-ke-bandung