Monday - Sunday 24 Hours
email ͏͏͏͏͏͏info@diagnos.co.id
WhatsApp (+62)8588-1500-799

Rilis Produk Baru, Diagnos Laboratorium Utama Targetkan Kontribusi 12%

JAKARTA, investor.id — PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) mengumumkan layanan pemeriksaan tes antibodi terbaru yang bernama Anti SARS CoV-2S Quantitative. Perseroan menargetkan layanan terbaru ini berkontribusi hingga 12% terhadap pendapatan.

Manajer Medis Diagnos Laboratorium Utama Ricky Tjahyadi menjelaskan, tes jenis baru tersebut diharapkan menjawab pertanyaan masyarakat terkait pembentukan imunitas Covid-18 pasca vaksinasi. Layanan ini menjadi pelengkap dari 400 jenis pemeriksaan yang sudah dimiliki oleh perseroan.

“Produk ini sangat berguna bagi masyarakat yang telah menjalani vaksinasi, untuk menentukan apakah tubuh seorang individu merespons vaksin dan membentuk imunitas dari penyakit Covid-19,” jelasnya dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (28/1). Ricky menambahkan, metode pengambilan sampel subjek yang menggunakan tes Anti SARS CoV-2S Quantitative dilakukan melalui pengambilan darah vena/serologi.

Kemudian, proses analisa akan selesai dalam waktu 3 sampai 4 jam, sedangkan hasilnya akan diterima oleh pasien dalam 24 jam. Adapun, cara kerja dari tes Anti SARS CoV-2S Quantitative yaitu mengukur kadar antibodi yang menetralisir virus. Masyarakat dapat menggunakan tes ini 7 hari pasca terinfeksi ataupun vaksinasi tahap pertama atau tahap kedua lantaran kadar antibodi biasanya sangat tinggi pekan ketiga atau satu bulan.

“Setelah hasil pemeriksaan keluar saat kadar antibodi yang ditemukan dibawah 0,8 ml artinya negatif, sebaliknya apabila antibodi yang ada melebih angka tersebut berarti subjek telah berhasil mendapatkan antibodi Covid-19,” ujarnya. Untuk diketahui Anti SARS CoV-2S Quantitative adalah salah satu dari lima produk baru yg akan diluncurkan Diagnos tahun ini.

Empat produk lain adalah Oncogenomics, Nutrigenomics, Pharmagenomics, Microorganism Culture. Pada kesempatan yang sama, Managing Director DGNS Dennis Jacobus mengatakan, semua produk baru tersebut diharapkan akan berkontribusi sekitar 12% dari total pertumbuhan 21,1% yang diincar dan EBITDA naik 28% pada tahun 2021. Untuk mengejar pertumbuhan itu, perseroan juga berencana memperluas area distribusi produk tersebut dengan membangun beberapa cabang baru pada beberapa lokasi seperti Medan, Makassar dan Surabaya dengan tujuan akhir yakni seluruh daerah di Indonesia. Rencana ini dalam tahap feasibility study.

“Kami harus mempersiapkan rencana ekspansi secara matang, selain itu kami juga berencana untuk bekerjasama dengan fasilitas kesehatan lainya. Sumber ekspansi ini berasal dari dana IPO,” kata dia. Seperti yang diketahui, Diagnos Laboratorium Utama belum lama ini mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia telah menuntaskan IPO dengan menawarkan 250 juta saham baru atau 20% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.

Saham IPO tersebut ditawarkan dengan harga Rp 200 per saham, sehingga perseroan meraup dana Rp 50 miliar dan menjadi emiten terbuka urutan ketiga yang mencatatkan sahamnya di tahun 2021. Sebanyak 42,6% dari dana IPO dialokasikan untuk ekspansi seperti yang sebelumnya disebutkan. Kemudian, sekitar 16,7% akan digunakan untuk pembelian peralatan dengan perkiraan biaya yang diperlukan sebesar Rp 8,35 miliar, dan 9,9% digunakan untuk pembelian 18 unit kendaraan dengan biaya yang diperlukan Rp 4,95 miliar. Sementara sekitar 16,0% akan digunakan perseroan untuk pembangunan bangunan laboratorium dengan estimasi kebutuhan dana sebesar Rp 8 miliar.

Sedangkan sisa dananya, yaitu 57,4% sebagai modal kerja. Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

sumber : https://investor.id/market-and-corporate/rilis-produk-baru-diagnos-laboratorium-utama-targetkan-kontribusi-12

WeCreativez WhatsApp Support
Your questions
Hello, Can I Help You