Pemeriksaan Mononucleosis (Monotest) merupakan uji cepat yang digunakan untuk mendeteksi antibodi heterofil yang diproduksi sebagai respons terhadap infeksi virus Epstein-Barr (EBV), penyebab utama mononukleosis infeksiosa. Penyakit ini sering menimbulkan gejala seperti demam, sakit tenggorokan, pembesaran kelenjar getah bening, dan kelelahan. Antibodi heterofil biasanya terdeteksi dalam darah beberapa hari hingga beberapa minggu setelah onset gejala, dan tes ini memberikan hasil cepat untuk diagnosis mononukleosis.
Monotest memiliki sensitivitas tinggi pada fase akut infeksi, terutama pada remaja dan dewasa muda. Namun, pada anak-anak, sensitivitasnya bisa lebih rendah sehingga pengujian tambahan seperti PCR atau tes serologi untuk EBV mungkin diperlukan. Tes ini membantu dalam diagnosis cepat dan penanganan klinis yang tepat.