Fosfat anorganik (Pi) merupakan komponen penting dalam berbagai proses fisiologis, termasuk produksi energi (melalui ATP), metabolisme tulang, fungsi otot, dan penyangga asam-basa. Sekitar 85% fosfat tubuh tersimpan di tulang dalam bentuk hidroksiapatit, sedangkan sisanya beredar di darah dan cairan tubuh sebagai fosfat anorganik. Kadar fosfat anorganik dalam darah diatur oleh berbagai faktor, termasuk hormon paratiroid (PTH), vitamin D, dan fungsi ginjal.
Pemeriksaan fosfat anorganik dalam serum atau plasma sering digunakan untuk menilai gangguan metabolisme fosfat, seperti hipofosfatemia (kadar rendah) yang bisa disebabkan oleh malabsorpsi, kekurangan vitamin D, atau penyakit ginjal. Sebaliknya, hipofosfatemia dapat terjadi akibat hiperparatiroidisme, gagal ginjal kronis, atau gangguan metabolisme kalsium dan fosfat. Tes ini juga bermanfaat dalam pemantauan terapi penyakit tulang, gangguan elektrolit, dan kondisi kritis seperti sepsis atau ketoasidosis diabetikum.