Gas darah merupakan salah satu indikator penting dalam menilai status oksigenasi, ventilasi, dan keseimbangan asam-basa tubuh. Pemeriksaan ini berperan penting dalam mengukur kadar pH, tekanan parsial oksigen (pO₂), dan tekanan parsial karbon dioksida (pCO₂) dalam darah arteri. Selain itu, analisa gas darah juga memberikan informasi mengenai kadar bikarbonat (HCO₃⁻), saturasi oksigen (O₂Sat), dan laktat, yang sangat penting dalam menilai kondisi metabolik dan respiratorik pasien.
Pemeriksaan gas darah umumnya digunakan untuk mendiagnosis dan memonitor berbagai kondisi klinis, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, gagal jantung, sepsis, dan gangguan metabolik seperti asidosis dan alkalosis. Pemantauan gas darah juga sangat penting pada pasien yang menggunakan ventilasi mekanik atau terapi oksigen, serta pada pasien kritis di unit perawatan intensif (ICU).
AGD juga berperan dalam evaluasi gangguan keseimbangan asam-basa, seperti asidosis metabolik akibat gagal ginjal atau ketoasidosis diabetik, serta alkalosis respiratorik yang sering terjadi pada pasien dengan gangguan ventilasi.