Feses analisis merupakan pemeriksaan untuk mengevaluasi fungsi saluran pencernaan dan mendeteksi adanya infeksi, peradangan, malabsorpsi, atau gangguan metabolisme. Pemeriksaan ini membantu mendiagnosis berbagai kondisi seperti infeksi bakteri, parasit, atau virus, gangguan pencernaan (seperti celiac disease atau IBS), serta menilai adanya darah yang mungkin terkait dengan kondisi serius seperti kanker kolorektal.
Pemeriksaan mencakup pengamatan makroskopis, mikroskopis, dan kimia. Pengamatan makroskopis mencakup konsistensi, warna, darah, lendir, atau komponen lain pada feses. Pengamatan mikroskopis bertujuan untuk mengamati keberadaan leukosit, eritrosit, parasit, telur cacing, bakteri, jamur, dan sisa-sisa makanan. Sedangkan pemeriksaan kimia seperti pH, darah samar feses, dan gula pereduksi.