Deskripsi

Follicle Stimulating Hormone (FSH) merupakan hormon glikoprotein yang terdiri dari subunit α dan β. FSH disintesis oleh kelenjar pituitari melalui stimulasi Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH) dari hipotalamus. FSH bersama dengan LH meregulasi aktivitas dan fungsi gonad (ovarium dan testis). Sementara itu, sekresi FSH juga diatur oleh mekanisme umpan balik negatif dari hormon estrogen (pada wanita) dan testosteron (pada laki-laki).

FSH meregulasi siklus menstruasi pada wanita bersama dengan LH. Kadar FSH tertinggi terjadi selama puncak mid-cycle untuk menginduksi ovulasi dan sekresi estrogen. Kadar FSH meningkat tajam pada masa menopause karena terjadi penurunan fungsi ovarium dan sekresi estrogen. Selain itu, FSH berperan pada sel Sertoli untuk mendukung proses spermatogenesis.

Pemeriksaan FSH digunakan untuk evaluasi fungsi sumbu hipotalamus-pituitari-gonadal (HPG). Pada wanita, pemeriksaan FSH dilakukan bersama dengan pemeriksaan LH untuk mengevaluasi masalah fertilitas (amenore, sindrome menopause, PCOS) dan kelainan kromosom kongenital (misalnya sindrom Turner). Pada laki-laki, pemeriksaan FSH dapat membedakan tipe azoospermia. Kadar FSH tinggi pada azoospermia non-obstruktif primer mengindikasikan lesi sel Sertoli, kadar FSH rendah pada azoospermia non-obstruktif sekunder yang mengindikasikan gangguan hipotalamus atau hipofisis, kadar FSH normal pada azoospermia mengindikasikan gangguan saluran resproduksi.

Catatan Tes

Beku cair ulang hanya sekali

Persiapan Tes

– Riwayat siklus menstruasi
– Riwayat penggunaan kontrasepsi hormon
– Riwayat gangguan hormon”

Serum
1 mL
20 – 25 °C = 5 hari
2 ‑ 8 °C = 14 hari

TES LABORATORIUM

Tes Terkait

Jelajahi tes terkait dalam kategori non-laboratorium untuk mendukung diagnosis dan perawatan kesehatan Anda secara lebih menyeluruh.
Scroll to Top
Open chat
Halo sobat Diagnos 👋
ada yang bisa kami bantu ?