Interleukin 6 (IL-6) merupakan sitokin pro-inflamasi yang diproduksi oleh beberapa jenis sel meliputi makrofag, monosit, dan sel imun lainnya. IL-6 berperan dalam merespon berbagai jenis infeksi, inflamasi, ataupun trauma. Setelah diproduksi, IL-6 bergerak ke hati dan merangsang produksi protein fase akut seperti C-reactive protein (CRP), serum amyloid A (SAA), serta fibrinogen.
IL-6 sering digunakan sebagai penanda diagnosis sekaligus prognosis inflamasi akut. Kadar IL-6 meningkat cepat dalam 1 jam setelah terjadinya inflamasi dan mencapai puncak dalam waktu 2-3 jam. Kadar IL-6 diketahui meningkat signifikan pada berbagai kondisi seperti sepsis, inflamasi akut atau kronik, infeksi sistemik, serta penyakit autoimun. Kadar IL-6 yang tinggi pada pasien rawat inap, terutama ICU, sering menunjukkan keparahan yang serius dan prognosis yang buruk. Sementara itu, peningkatan kadar IL-6 pada pasien neonatus dapat menjadi indikator awal sepsis neonatal.
Selama pandemi COVID-19, pemeriksaan IL-6 berperan penting dalam tata laksana pasien rawat inap dengan gejala berat atau kritis, di antaranya pemantauan derajat keparahan penyakit, prediksi risiko perkembangan Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS), serta penentuan strategi terapi seperti penggunaan imunomodulator seperti tocilizumab.
Hasil IL-6 harus selalu diinterpretasi secara komprehensif bersama dengan parameter atau pemeriksaan lainnya, rekam medik pasien, serta temuan klinis yang relevan.