Urea Breath Test (UBT) adalah metode non-invasif yang digunakan untuk mendeteksi infeksi Helicobacter pylori (H. pylori), bakteri yang merupakan penyebab utama gastritis, tukak lambung (peptic ulcer), serta berperan sebagai faktor risiko kanker lambung (gastric carcinoma) dan limfoma MALT (Mucosa-Associated Lymphoid Tissue). H. pylori diidentifikasi sebagai Karsinogen Kelas I oleh WHO karena hubungannya dengan peningkatan risiko kanker lambung.
Pemeriksaan ini didasarkan pada kemampuan H. pylori untuk menghasilkan enzim urease, yang memecah urea menjadi amonia (NH4+) dan karbon dioksida (CO2). Dalam prosedur urea breath test, pasien mengonsumsi urea yang dilabeli dengan isotop radioaktif ringan seperti 14C atau 13C. Jika terdapat infeksi H. pylori, enzim urease akan memecah urea menjadi CO2 berlabel isotop, yang kemudian diserap oleh dinding lambung, masuk ke aliran darah, dan diekskresikan melalui napas. Gas CO2 yang berlabel ini dapat terdeteksi pada sampel napas menggunakan alat analitik untuk menentukan status infeksi.