Tingkatkan Keberhasilan Program Bayi Tabung Hingga 70%


Keberhasilan program In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung berada pada tingkat yang relatif belum optimal.

Tentunya Anda sudah banyak mendengar tentang In Vitro Fertilization (IVF), bukan? Hadirnya bayi tabung sebagai salah satu teknologi reproduksi kehamilan berbantu, telah dikenal dapat menjanjikan kemungkinan kehamilan terbaik. Walaupun telah didukung oleh berbagai kemajuan teknologi pada bidang medis maupun laboratorium, faktanya, saat ini keberhasilan program bayi tabung hanya berkisar antara 40%. Ini artinya, program bayi tabung relatif belum optimal. Mengapa bisa begitu? Menurut studi terkini, hal ini berkaitan dengan sebanyak 80% dari penyebab kegagalan program bayi tabung disebabkan oleh embrio yang aneuploidi atau mempunyai kelainan kromosom, sehingga menyebabkan embrio tidak dapat berkembang dengan normal. Nah, inilah pentingnya calon orang tua yang mengikuti program bayi tabung untuk mengidentifikasi kelainan kromosom sebelum dilakukannya proses transfer embrio, sehingga embrio dengan jumlah kromosom normal yang ditanamkan kembali ke dalam rahim.

Apa yang dapat menyebabkan kromosom abnormal?

Kromosom yang abnormal dapat terjadi selama proses produksi sel telur, sperma dan juga saat embrio berkembang. Hal inilah yang dapat menyebabkan kromosom yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, atau bahkan hilangnya atau penambahan DNA. Nah, kelainan kromosom ini dikenal sebagai aneuploidi. Yang kemudian, kelainan ini dapat menyebabkan Down Syndrome dan Edwards Syndrome serta 60% keguguran.

PGS/PGT-A: Teknologi  skrining  kromosom  yang dapat  mengoptimalkan tingkat keberhasilan Program Bayi Tabung.

Berbagai penelitian dan metode dikembangkan untuk mengatasi permasalahan ini, salah satunya ialah PGS (Pre-implantation Genetic Screening) atau PGT-A (Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidies). Metode ini dapat mengidentifikasi embrio yang aneuploidi sebelum proses implantasi, sehingga hanya embrio dengan jumlah kromosom normal yang ditanamkan kembali ke dalam rahim. Menurut sejumlah penelitian tentang data klinik kesuburan, PGS/PGT-A juga telah terbukti dapat meningkatkan keberhasilan implantasi dari 30% menjadi 60-70%, diantaranya:

  • Meningkatkan peluang keberhasilan implantasi
  • Mengurangi risiko keguguran
  • Meningkatkan peluang keberhasilan dalam waktu yang lebih singkat
  • Meminimalkan risiko kehamilan kembar
  • Meningkatkan peluang melahirkan bayi yang sehat
  • Mengeliminasi faktor usia ibu sebagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan IVF (dengan PGS, tingkat keberhasilan IVF pada wanita usia yang lebih tua sama dengan wanita usia muda)

Saat ini Diagnos Genomics telah menghadirkan PGS/PGT-A untuk sebagai terobosan dalam meningkatkan keberhasilan IVF. Diagnos Genomics juga telah dilengkapi dengan fasilitas laboratorium khusus yang memadai dalam mendukung proses pelaksanaan PGS/PGT-A bagi calon orang tua yang membutuhkan. Kunjungi website kami di https://diagnos.co.id/ atau hubungi kami di WA 081380209655 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.